Sedikit berlibur memang terkadang menenagkan hati.

Berbicara tentang liburan memang tidak ada habisnya, apalagi bagi para wanita-wanita, berkemauan banyak dan sekedar rencana. Itulah aku dan sahabatku, Rahel. Kami adalah dua orang yang terlalu banyak berekspetasi dengan rencana liburan ke sana ke sini dan akhirnya pun berjalan dengan cukup baik. Meskipun sedikit “gak jelas” tetapi itu menyenangkan.

Pergantian tahun 2016 kami habiskan menikmati suasana di Jogja, meskipun tidak ada rencana yang pasti "mau kemana kita ke Jogja?" tetapi tidak masalah bagi kami. Kami berangkat dari Purwokerto sekitar pukul 04.00 pagi dengan sepeda motor dengan modal nekat.

Cerita sedikit tentang persiapan kami sebelum berangkat. Kami berdomosili di Purwokerto, sedang menempuh pendidikan di sana dan kami anak kos-kosan dengan duit yang terbatas karena akhir bulan (tentu paham bagi Anda seorang perantau).

Malam hari di tanggal 30 kami masih dipenuhi pikiran-pikiran “mau kemana kita? Nginep di mana? Pulang kapan? Duitnya cukup gak?” dan masih banyak lagi. Akhirnya kami memutuskan untuk naik motor ke sana berdua saja dengan persiapan yang kurang matang. Satu lagi, Waze membantu kami sampai di kota pelajar, Jogja.

Advertisement

Perjalanan ke Jogja cukup menyenangkan dan melelahkan. Menyenangkan karena di sepanjang jalan kami bergurau dan membahas segala macam hal yang menurut orang lain “aneh” tetapi tak masalah. Terlebih lagi jalanan yang macet ketika kami sampai di Kebumen, beruntungnya macet itu tidak berjam-jam.

Aku teringat ketika ada bapak – bapak yang sedang mengendarai mobil menyapa kami dengan heran, “Loh orang Cirebon jauh amat mainnya, cewek-cewek lagi?” aku hanya tersenyum padanya, padahal itu sekedar plat nomor sepeda motor. Sisi melelahkannya yaitu ketika kami mengelilingi jogja hampir 3 jam untuk mencari hotel atau semacam penginapan. Kami mungkin orang terkucel yang pernah ada di Jogja karena efek debu dan panasnya di perjalanan.

Terlebih lagi, ketika sampai di Jogja, kami langsung mampir ke tempat makan ternama yang sudah dikenal banyak orang untuk menikmati santapan pagi yang dijamak dengan siang. Di sisi lain kami masih berpikir kemana kita harus menginap? Beruntungnya, aku mempunyai teman di Jogja lalu aku meminta tolong padanya untuk mencarikan penginapan dan akhirnya aku bisa menikmati empuknya kasur.

Ini semua butuh perjuangan, sembari menunggu temanku pulang kuliah, kami berkeliling di Jogja untuk mencari penginapan, namun hasilnya nihil. Setelah menunggu dengan ketidakpastian di sebuah supermarket yang cukup besar dengan fasilitas wifi dan colokan, akhirnya temanku pun menghubungi bahwa ada kamar kosong dan mata pun bisa terpejam selama beberapa jam.

Lalu malamnya kami mulai berkeliling Jogja dengan ketidakpastian dan Waze selalu menemani kami. Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke salah satu Mall di Jogja, sebenarnya kami juga tidak tahu untuk apa kami ke sini. Kami hanya berkeliling melihat-lihat sekitar dan memutuskan untuk meninggalkan tempat itu karena lapar. Lalu kami menikmati Lamongan yang ada di dekat Mall tersebut, dengan modal 15.000 rupiah perut kami kenyang.

Selanjutnya kami memutuskan berhenti di Alun-Alun Jogja dan ramai sekali. Di sana kami melihat banyak sekali orang yang sedang asyik dengan dunianya sendiri, mulai dari naik odong-odong yang membuatku ingin menaikinya, orang-orang yang sedang selfie, berbincang-bincang dengan kekasihnya dan kami juga sibuk mengambil gambar. Hampir satu jam kami di sana, lalu kami memutuskan untuk pergi ke tempat lain.

Kami sengaja berkunjung ke salah satu universitas negeri di sana barangkali ada acara yang menghibur, tetapi kami diusir oleh satpam karena jam menunjukkan pukul sepuluh malam. Lalu kami terpaksa pergi dan singgah di sebuah kedai es krim, entah apa namanya. Kami menikmat dinginnya es krim dengan balutan rasa lelah karena seharian kami berkeliling kota Jogja.

Setelah menghabiskan es krim kami melanjutkan perjalanan berkeliling Jogja (lagi). Kami memutuskan untuk berkeliling saja dan tidak berhenti di sebuah tempat sambil menikmati warna-warni kembang api dan semua orang menikmatinya.

Setelah menikmati perjalanan malam yang cukup melelahkan, pagi hari kami berencana untuk pergi ke Malioboro untuk menikmati suasa pagi. Akan tetapi, hujan menyambut kedatangan kami di Malioboro. Kami hanya sebentar berjalan-jalan ke Malioboro karena cuaca yang enggan bersahabat dengan kami. Lalu kami kembali menikmati suasana pagi di Jogja dan hujan pun semakin deras.

Kami berhenti di sebuah tempat makan yang cukup terkenal sambil menunggu hujan reda. Di sana kami menyiapkan rencana untuk wisata ke beberapa tempat meskipun dengan waktu yang terbatas. Akhirnya kami memutuskan hanya ke dua tempat yaitu ke Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala dan Candi Sambisari.

Di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala kami menikmati banyak benda-benda yang bersejarah mengenai perkembangan TNI AU diantaranya: patung-patung, radar, senjata, lukisan, foto-foto, dll. Dan tidak lupa mengambil gambar di sana. Di sana pengunjungnya lumayan banyak dan kebanyakan anak-anak kecil yang menyukai pesawat. Di sana juga terdapat berbagai macam jenis pesawat terbang salah satunya yaitu berasal dari Amerika Serikat dan masih banyak lagi, tetapi di sana sangat panas sehingga kami terasa seperti di Sauna.

Akhirnya kami sampai di destinasi terakhir yaitu Candi Sambisari. Candi Sambisari terletak di Dusun Sambisari, konon candi ini tidak sengaja ditemukan oleh petani yang sedang mencangkul di sana. Tentunya di sana terdapat candi dan letaknya berada di tengah-tengah. Lalu terdapat perbukitan dengan tulisan Candi Sambisari dan kami mengambil gambar di sana. Bagian luar Candi Sambisari dihiasi motif-motif yang unik.

Setelah puas berfoto di sana, kami memutuskan untuk pulang karena waktu sudah menunjukkan pukul 15.30 WIB. Tepat pukul 17.00 WIB kami kembali menempuh perjalanan ke Purwokerto karena waktu kami sudah habis di Jogja. Perjalanan kami untuk kembali ke Purwokerto sangat menegangkan karena kami tersesat di beberapa tempat dan terpaksa berputar berkali-kali.

Mungkin ini pelajaran bagi kami supaya tidak terlalu sore untuk kembali ke Purwokerto dan Alhamdulillah kami sampai dengan selamat. Bagi kami perjalanan kami cukup memuaskan meskipun tempat yang kami kunjungi sangat sedikit dan waktu sangat terbatas, belum lagi cuaca Jogja yang saat itu kurang bersahabat. Akan tetapi, bagi kami Jogja selalu istimewa karena selalu ada cerita dalam setiap perjalanan. Lalu bagaimana ceritamu?