Sabtu, 26 Maret 2016, waktu dimana 11 orang pencari udara segar melepas penat dengan melakukan kegiatan rafting+paintball di Cileunca, Pangalengan, Kab. Bandung. Ceritanya malam ini juga ada pertandingan PERSIB sehingga kami memang berniat tidak pulang terlalu malam.

Liburan kali ini kami menggunakan jasa Rafting Bandung (Airris namanya kalau baca dari jaket pelampung). Paket yang kami pilih adalah Paket Full Adventure Pangalengan (minus flying fox). Intinya sih paket itu terdiri dari rafting, paint ball, makan siang, dan transport selama kegiatan. Buat teman-teman yang berencana ikutan paket, sebaiknya ditanyakan lebih lanjut mengenai list paket tersebut agar jelas apa yang kita peroleh nantinya. 😀

Meeting point di Salman, tepatnya di Jalan Gelap Nyawang. Tempat ini adalah saksi bisu awal pertemuan kami. Ini adalah tempat andalan berkumpul sedari dulu. ^^

Kami berangkat pk 7.15 dan tiba jam 9. Perjalanan ditempuh menggunakan mobil pribadi dalam waktu sekitar 105 menit.

Ohya, perlu dicatat juga, ketika kita ikut paketan dari EO gini, biasanya sudah termasuk tiket masuk wisata Situ Cileunca (memang disanalah meeting point untuk kegiatan ini). Saya pernah baca dari blog seseorang, karena mereka kurang info dan koordinasi, jadi bayar lagi pas masuk wisatanya.

Advertisement

And then, kami bertemu dengan Kang **** (gak inget) dari pihak EO. Ke-11 (udah kayak pemain sepakbola aja) adventurers pun menuju start point rafting. Who are they?

Iman, Ferdinan, Faris, Rommy, Restu, Naufal, MP, Yanwar, Amiril, Kartika, Oi.

Kalau ditanya, dari komunitas apa? Jawabannya adalah campur-campur. Temennya ngajak temennya, ngajak temennya lagi, terus temennya temennya temen, gak jadi ikut karena sesuatu hal.

Yes, we are ready to go!

Kami dibagi menjadi 2 perahu. Sebelum rafting, ada pengarahan dari panitia untuk safety selama rafting. Panitia memberikan arahan dengan kata-kata yang kocak. ^^

Menurut info yang kubaca dari internet, sungai yang menjadi lokasi rafting ini sepanjang 4.5 km. Saat itu cuaca bagus dan cerah. Ada beberapa jeram di sungai ini. Kalau kamu googling, pengalaman orang-orang menyebutkan beberapa nama jeram, namun kemarin yang aku ingat hanya jeram domba. Pada jeram domba ini pula jeram yang paling #asyik bantingannya. Grupku mendapatkan oleh-oleh selama perjalanan, yaitu waluh sunda yang dipetik oleh mamang instruktur dan molring yang hanyut di sungai. ^^'

Kami sempat ditipu oleh mamang instruktur. "Ya, angkat tangannya, ada yang moto disana." Bersemangat sekali kami mengikuti instruksi mamangnya. Gubrak! Ternyata kami ditipu. Ketika nabrak tebing, badan kami terjatuh ke belakang. Ini menunjukkan bahwa kami semua gila foto sampai walaupun mata sudah menyisir ke atas dan tidak ditemukan adanya tukang foto, tetep aja pasang senyum terbaik berharap akan menjadi momen yang diabadikan. :p

Sayangnya, momen ini hanya bisa diabadikan dalam ingatan. 😀

Grup satunya?

Beberapa kali grupku menunggu mereka supaya rafting beriringan. Pantes aja lama, walau mereka cuman ber5, tapi pada kelas berat. Bisanya cuman goyang-goyang tapi gak ngedayung ^^'

Pemandangan di sekitar cukup asri dan menenangkan. Aliran air yang mengalir mengingatkan pada hutang-hutang yang diharapkan ikut hanyut terbawa arus. :p

Waktu rafting sekitar 1-2 jam. Saya gak inget tepatnya berapa lama kami rafting. Pastinya, selesai rafting+paintball itu sekitar pk 11.50. Total lamanya kegiatan sekitar 3 jam.

Waktu terasa cukup singkat, maka kami pun memutuskan untuk melanjutkan petualangan dengan bermain paintball. Dalam permainan ini, kami dibagi 2 kelompok sesuai kelompok perahu. Kedua kelompok berebut untuk merebut bendera dan membawa ke area basecamp masing-masing. Kami diberi bekal 40 peluru untuk 'berperang'.

Daaann.. Baru awal-awal permainan, diriku sudah tertembak di kaki yang menyebabkan sulit bergerak beberapa saat -_-. Kemudian, tembakan kedua tidak kalah perihnya. Haghag. Peluru sebanyak 40 biji pun tidak terasa cepat sekali habisnya. Dalam hal ini saya masuk tim hitam, melawan tim biru. Tim dengan warna persiblah yang menang ceritanya karena berhasil membawa bendera ke basecamp mereka dan mempertahankannya hingga akhir permainan. Paint ball berlangsung mungkin sekitar 15 menit.

Selesai berpetualang, kami kembali ke pos Situ Cileunca. Disini ada private bathroom khusus untuk peserta rafting. Kamar mandinya cukup enak dan kebeneran aku dapat kamar mandi dengan aliran kran paling kencang kayaknya. Jadi keasyikan mandi deh ampe keramas 3x dan sabunan 2x. Haghaghag.

Di pos ini kami ditawarin foto-foto pas lagi rafting. Harganya per foto Rp 15.000. Beberapa dari kami membelinya untuk discan kemudian dishare. 😀

Buat teman-teman yang berniat untuk rafting, coba dipastikan dari awal apakah akan ada fotografer handal yang ikut menyusuri sungai dari atas tebing. Soalnya momen saat di perjalanan rafting sangat disayangkan kalau tidak didokumentasikan dengan baik. 😀

Setelah selesai mandi, ganti baju, dan berbenah (wiih sueger buanget), kami menuju saung untuk makan. Menunya ada nasi, ayam serundeng, tempe tahu goreng, karedok, kerupuk, dan sambal. Porsinya menurutku cukup sekalipun untuk cowo. Udah mah selama permainan juga udah laper, jadi saat santap ini rasanya nikmat banget. #nyamnyam :p

Selesai makan, mulai ngantuk, enaknya tidur. Haghag. Kami menuju mushala untuk shalat, lalu bersiap kembali ke Kota Bandung. Eits, sebelum pulang gak lupa untuk berpose lagi dengan baju baru (dipake).

Pada kunjungan kami ini, terlihat banyak bangunan yang dulunya adalah warung-warung gitu yang sudah dan sedang dirobohin. Bye bye Situ Cileunca. Ayo buat sesuatu baru yang bisa menjadi nilai pariwisata supaya daya tarik orang untuk berkunjung meningkat.

Kami meninggalkan Situ Cileunca sekitar jam setengah 3 sore. Kami sempatkan untuk mampir ke penjual oleh-oleh. Ada kerupuk susu, permen susu, dodol, susu, yoghurt, dll. Temen-temen pada asyik ngeborong, nih.

Perjuangan para supir belum selesai karena ada tantangan kemacetan di depan dan cuaca hujan. Mana banyak pohon-pohon tumbang pula. Geng Kijang dengan navigator Yanwar Rajib memilih untuk mengambil jalan-jalan alternatif dengan masuk-masuk kompleks demi menghindari kemacetan. Ada kalanya kami harus melewati banjir yang cukup tinggi ketika melewati jalan alternatif ini. Di saat ada yang sompral ngata-ngatain seorang ibu-ibu, tak lama kemudian mobilnya mogok ^^' #kualat. Beberapa kali mobilnya mogok. Ini menjadi pelajaran bagi kami supaya gak sompral lagi. :p

Setelah melewati berbagai belokan, halangan, rintangan (widih), dan mampir shalat Asar di pom bensin, melewati holis, pasar ciroyom, keluar Rajawali, akhirnya kami masuk kota Bandung dan berakhir di Salman lagi, tempat awal kami berkumpul. Kami tiba sekitar jam setengah 7 malam. Good job deh buat navigator kita. b^^d

Geng satunya? Genk Vios jalan duluan dan sempat terjebak di Kopo karena tidak lewat jalan alternatif. Alhamdulillah, semuanya kembali dengan selamat. 🙂

Mungkin yang gak kalah pentingnya, gak telat nonton PERSIB. Terus, gimana hasil pertandingan persib? Itu sudah masuk bab berbeda dan silakan kamu-kamu yang mau review. Saya mah udah sampe sini ajah. Gak nonton persib juga. 😀

Ok, it's the last from me. New experience, new friends. Thanks a lot for today, guys. See you on our next adventure.