Ketika kamu berplesir, terkadang ada manusia yang baru kamu temui tapi rasanya sudah seperti teman lama. Kalian berada pada satu frekuensi, dengan kesamaan-kesamaan magis yang dimiliki. – Fanbul, Yogyakarta

Tak pernah terlintas sebelumnya bahwa kita akan bertemu dalam situasi menakjubkan, sebuah pertemuan skala nasional membuat kita saling mengenal. Pada hari itu aku tau bahwa kita akan memulai persahabatan. Ya, hari itu, adalah hari terakhir pertemuan tersebut, kamu yang bertindak sebagai Panitia mengantarkanku ke Stasiun dan ucap bahwa kita akan bertemu dalam keadaan yang lebih baik lagi sambil menepuk bahuku.

Sebagai sesama mahasiswa tingkat Akhir, tentunya begadang bukanlah hal baru bagi kita. Dari awalnya whatsapp dan SMS, kita lebih sering berkomunikasi via telepon. Kamu selalu bilang, sepertinya kita telah saling mengenal sejak lama. Bagaimana tidak, hobi kita sama, bahkan kita pernah ingin mendaki gunung bersama.

Suatu hari, kamu memaksaku untuk mengangkat telepon. Kamu mulai bercerita bahwa kamu pernah apply kerja di beberapa perusahaan dan beberapa temanmu ditest bersamaan. Lalu kamu bilang, kamu ingin kerja di Jakarta agar kita lebih sering bermain bersama. Hari itu aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk testmu, wahai sahabatku

********

Advertisement

Aku ingat, sore itu, kamu kembali menelponku, kamu mulai menceritakan kekecewaanmu bahwa kamu tidak berhasil lolos di perusahaan yang kamu inginkan tersebut. Aku hanya bisa diam dan beberapa kali mencoba menenangkan seadanya.. Lalu sedetik kemudian kamu diam. Aku pun membisu. Kemudian kamu dengan riangnya menceritakan bahwa kamu telah diterima bekerja di Jakarta meskipun belum Wisuda. Aku sangat gembira mendengarnya. Dan aku menantikan kamu, disini, di Ibukota tercinta ini.

*******

Pagi ini, kamu akan berangkat ke Jakarta menggunakan moda transportasi kereta api jadwal pukul 08.00 WIB, tak sabar rasanya bertemu lagi denganmu setelah lama hanya bercengkrama via telepon dan sosial media yang ada. Tak pernah terbayang akan bertemu kamu lagi, benar-benar dalam keadaan yang lebih baik.

Hi there, I Miss you!

Senja itu, Jakarta menjadi saksi pertemuan kita kembali. Sepasang sahabat yang terpisah ratusan kilometer. Kamu mulai menceritakan antusiasmemu untuk hidup di Jakarta dan memulai petualangan-petualangan yang kita rancang bersama. Jakarta hari itu menyenangkan sekali.

****

Kita memulai petualangan-petualangan bodoh kita mulai dari tersesat bersama di sebuah Mall, menjelajah wisata kuliner setelah lelah berbelanja. Kita, dua orang manusia yang awalnya tidak saling kenal, bisa tertawa bersama, menertawakan hal-hal yang hanya kita yang mengerti. Mungkin benar, bahwa di masa lalu, kita telah bersahabat sejak lama. Mungkin roh kita telah bertemu dan berjanji untuk hal-hal yang kini tidak kita pahami.

melangkahlah sendiri, temukan orang baru, beradaptasilah, diantara mereka ada sahabat lama yang telah menantimu bahkan sebelum kamu lahir – Fia, Semarang