Telah lama jauh dari rumah, rumput yang dulu hijau menghiasi halaman pun telah kering menguning kecoklatan.

Tanah yang pernah kau pijak pun rindu untuk kau jejaki kembali.

Hadirmu belum juga membelai angin desa, hingga telah sampai kerabatmu ke pusara. Tak jumpa ia dengan dirimu, kutahu sesalmu menyesaki hati.

"Kapan kau pulang?" tanyaku serius.

Kau tak langsung menjawab, kudengar hela nafasmu seakan ada asa yang hampir patah dalam benakmu

Advertisement

"Maaf aku tak pulang" katamu dengan suara berat.

"Ini janji laki-laki takan ke kampung kelahiran jika cita-citanya belum tercapai"

Aku mendesah kemudian sambil tersenyum berkata "Aku menunggumu, terima kasih"

Biarlah kau ambil keputusan itu dan aku di sini mengganti rindu dengan hanya memeluk bayangmu dalam angan.

"Maaf aku tak pulang" katamu sebelum menutup telepon