Maaf,mungkin aku yang terlalu perasa.
Menganggap semuanya berbeda.

Rasa nyaman yang membuatku semakin perasa,yaa aku nyaman ketika kita membicarakan hal yg serius,tak kalah aku sangat nyaman ketika kita membicarakan hal yang gila sekalipun.

Aku tidak munafik, aku sumringah ketika aku melihat namamu di notifikasi hpku.
Aku tidak munafik, aku kecewa ketika aku tidak melihat tanda biru di pesan yang aku kirim.
Ketika orang lain selalu kecewa jika ada tanda biru tapi tidak di balas dan malah menginginkan tanda yg tak berwarna.
Aku malah sebaliknya, aku lebih suka yg bertanda biru,karena setidaknya aku didengar walaupun tidak ditanggapi.

Kenyamanan itu datang tanpa pilih kasih ya.
Rasa nyaman datang dengan tiba-tiba tanpa tau kamu tampan atau tidak, pintar atau tidak, kaya atau tidak, ngerti agama atau tidak, jujur atau tidak. Bahkan merasakan hal yang sama atau tidak.

Kamu datang disaat yang tepat, walaupun aku tahu kamu bukan orang yang tepat.
Kamu datang disaat aku sedang berpetualang dengan hati yang patah.
Kamu tidak membuatku jatuh cinta
tapi kamu memberiku kenyamanan.