Aku tidak pernah tahu seberapa berat beban yang sedang ia tanggung, senyum yang diam-diam menyembunyikan luka. sakit hati yang selalu ia sembunyikan karena sikap dan perkataanku,

Bahkan sampai saat ini ia masih terus memberikan segala yang aku butuhkan, anak manja yang tidak pernah perduli lelah tubuhnya yang sudah mulai dimakan usia.

Sejak ia membesarkanku seorang diri, tak pernah sekalipun aku melihatnya menangis, mungkin semuanya telah ia kunci rapat dalam hati sehingga hanya ia yang dapat merasakan luka itu dalam diam. "Seberapa berat bebanmu ma? bisakah ku minta sedikit agar bisa kita pikul bersama?"

Walaupun berat beban hidup yang ia tanggung, ia tetap tegar, tak pernah ia marah kepada Tuhan, tak pernah ia berteriak kepada alam untuk segala hal yang sudah terjadi dalam hidupnya.

Aku selalu berdoa untuknya, dalam diam dan air mata aku selalu berdoa agar Tuhan selalu memberinya kesehatan.

Advertisement

Aku tahu sesak baginya ketika mengingat lelaki yang ia kasihi telah meninggalkannya lebih dulu, mungkin terasa sakit ketika menatap mataku yang akan mengingatkannya kepada ayah, tapi ia tetap memelukku dengan erat.

Tak ada lagi yang aku minta hari ini selain sehat untuknya dan rejeki untukku, agar aku mampu membahagiakannya, mengganti setiap air mata dengan senyum, mengganti setiap kesedihan dengan tawa.

Cepat atau lambat Tuhan akan mempertemukan mereka berdua kembali, tapi dengan rendah hati aku selalu berdoa agar aku diberikan lebih banyak waktu untuk bersamanya.

Ma, terima kasih untuk segala cintamu kepadaku, anak yang selalu menggoreskan luka dihatimu, anak yang belum bisa melunasi semua janji masa kecilnya untuk menjaga dan membahagiakanmu. Tetapi satu hal yang ingin kujanjikan kepadamu, suatu saat nanti ketika aku merasa sudah cukup layak, aku akan menjadikanmu seorang ratu didalam rumahku.