Hay, selamat berjumpa kembali diderasnya kehidupan yang kita tinggalkan lari. Kenyataan yang tak selalu sejalan dengan harapan. Apakabar dengan kehidupanmu? Aku leleh dengan ini semua. Kadang membayangkanmu dalam kesigapan pekerjaan ku membuat aku semakin muak dengan apa yang terjadi pada diriku.

Boleh aku mengatakan sesuatu padamu saat ini? Hanya sedikit saja. Mungkin bisa membantu ku meringankan beban fikiraan ku akan dirimu, setidaknya setiap malam aku tidak meracap tentang dirimu. Mengingatkan aku pada tahun-tahun yang sudah berlalu, yah sudah berlalu tanpa terasa. Kita sekarang berjalan bagai seorang tak pernah kenal, memalingkan pandangan, tidak mau tahu apa yang terjadi pada diri kita masing-masing, yah, itulah kita sekarang.

Hidup ini penuh dengan moment, entah bagian mana kau meletakan peristiwa yang membuat aku tergila-gila akan hadir mu. Sudah lama sekali rasanya kita berada pada deretan kertas kosong yang enggan untuk kita isi kembali sebagai suatu seorang yang saling kenal. Berproses pada derasnya keegoisan ku pada mu. Setidaknya, merubah apa yang seharusnya salah pada ku dan mungkin kesalahpahaman mu.

Kita yang sekarang hanya menyimpan seribu tanya tanpa pernah ada solusi untuk kita berdamai. Bukan “kita” tapi “aku” yang belum bisa berdamai dengan perasaan ku, setelah bertahun-tahun lalu aku pergi meninggalkan tanda tanya dan kau meminta maaf serta penjelasan apa yang terjadi dengan “kita”.

Kau ingin tahu kenapa kita begini?

Advertisement

"AKU MENCINTAIMU."

Yah, aku mencintaimu. Itu salahku mencintaimu. Aku begitu tergila-gila dengan wajahmu, senyummu, aroma parfummu, cara kau berbicara, cara kau mengungkapkan kekesalan, cara kau mengatasi masalah. Entahlah, semua apa yang ada didirimu membuat ku ingin memiliki dirimu.

Mungkin kita bertanya pada dalam diri kita masing-masing kenapa dan bagaimana ini bisa terjadi. Kekhawatiran ku akan cinta yang salah membuat ku semakin berusaha melupakanmu dan semakin lama rasa itu terus kuat menghentakan naluriku pada sebuah keadaan dimana aku ingin lari saja dari kenyatan ini.

Maaf ….

Aku memilih pergi tanpa bisa kau pahami apa maksudku. Memilih untuk mengendapkan perasan ini tanpa pernah berharap kau genapkan. Yah, aku mencintaimu dengan caraku, meninggalkan mu itu pilihan terbaik untukku saat ini, mungkin tidak bagimu.

Kini, biarlah kita seperti yang sekarang. Saling bertukar sapa bukanlah pilihan yang bagus. Intinya aku mencintaimu dan itu salahku.