Aku tahu, in begitu berat setelah banyak komitmen terungkap, marah, sedih, kesal begitu terlukanya aku harus mengatakan in padamu. Memang benar tidak semua harus dilakukan dalam satu waktu, tapi aku bisa melakukannya dan aku ingin melakukannya.

Aku ingin hijrah, menyerahkan duniaku pada Allah Dan mengejar akhiratku untuk Allah.

Akan ku lakukan meski kau membenciku. Aku tidak tau apakah kamu akan menjadi seorang yang akan duduk disampingku dikursi pelaminan sebab itu aku melepasmu. Bukan lantaran rasa ini tak lagi untukmu, karena memang bila jodoh akan bersatu dan menemukan caranya sendiri dengan lebih indah.

Untukmu yang telah aku khianati.

Dulu, sebelum aku mendalami agamaku, aku berjanji untuk tetap disampingmu apapun keadaan itu. Namun sekarang kenyataannya aku tak lagi disisimu, bercerita ini itu,.

"Semua ini untuk kebaikan Kita,"

"Kita?, Tidak, Kamu itu egois."

Advertisement

Banyak alasan Dan perkara yang aku pikirkan January mampu aku rasakan, tak bisa kutuliskan apalagi aku jelaskan.

Maafkan aku, aku bukan lagi yang dulu

Seribu maaf tak akan mengganggu sakit dihatimu, namun ini sudah menjadi jalan pilihanku. Aku mulai berpikir dewasa dan tidak membuang waktuku untuk hal yang nantinya belum tentu milikku, sakit bukan? Lebih Baik mengakhiri lebih awal karena Belum Banyak ukiran kenangan daripada sudah terpahat di hati namun harus berakhir. Yah, menyebutkan.

"Sebab itu Kita harus bertahan Dan menjaga keharmonisan hubungan Kita,"

"Maaf, Tapi aku lebih mencintai Pencipamu,"

Aku tidak peduli, sekalipun kau membenciku

"Aku tidak menyangka semua berakhir seperti ini, maaf jika aku tidak ingin lagi mengenalmu Dan harus pergi jauh darimu. Maaf aku ingin sepenuhnya melupakanmu."