Aku memang lancang, bodoh, dan egois. Aku mengambil keputusan yang tidak tepat, seringkali demi kebaikan diri ini sendiri, tanpa memikirkan orang lain. Mungkin suatu hari, aku akan merasakan akibat dari apa yang telah aku perbuat.

Dan benar, semua itu telah terbalaskan. Waktu yang berjalan terlalu cepat, sehingga aku tidak bisa mengimbanginya. Meskipun telah berlari mengejar waktu itu, hasilnya tetap membuatku terpeleset, terjatuh, dan tertimpa.

Aku menyesal, telah mengejar waktu. Lebih baik aku diam dan termenung, menanti waktu itu berputar terbalik. Ah, rasanya sangat tidak mungkin.

Sesaat, Aku melihat dirimu, seperti malaikat yang datang dari kahyangan hanya untuk diriku. Penyesalanku sedikit demi sedikit menghilang, dan menjadi sebuah harapan yang nyata. Waktu seakan berjalan lambat, bahkan berhenti, saat kau mencoba datang dalam kehidupanku. Benar-benar waktu itu, semua hal bodoh yang ada dalam diriku menghilang.

Aku mencoba berkenalan denganmu, tapi diri ini tak sanggup. Bagaimana aku bisa sanggup jika kau dan aku berada dalam situasi yang tak memungkinkan?

Advertisement

Seakan kau adalah pelangi yang menghiasi jagad raya, dan aku adalah hujan dan petir yang ada sebelum kau datang. Dan kita tak mungkin bertemu, hanya menunggu keajaiban.

Pada akhirnya, aku bisa mengenal, dan lebih dekat denganmu. Tapi aku rasa, semuanya sudah terlambat. Waktu kembali berjalan sangat cepat, bahkan sekarang lebih cepat dari biasanya. Mungkin sebuah penyesalan dalam diriku akan datang kembali.

Aku tetap mencoba, untuk menghilangkan semua rasa sakit yang ada di dalam dirimu. Meskipun pada akhirnya, akulah yang akan tersakiti.

Akhirnya, semua itu menjadi kenyataan. Tetapi tidak pada akhir, Melainkan di tengah-tengah perjalanan. Belum sempat membuatmu bahagia, aku sudah merasa sakit. Bahkan rasa sakit ini membekas dan sulit untuk dihilangkan. Ah, bodohnya diriku.

Mungkin aku bukan satu-satunya orang yang tersakiti, tetapi kau juga. Mungkin kau adalah salah satu korban dari keegoisan diriku ini. Mungkin juga kau bersedih karena kedatanganku dalam hidupmu.

Aku tidak bisa memastikan itu semua, dan aku juga tidak ingin membuatmu bersedih lagi.

Dear harapan, maafkan aku yang telah menyukaimu. Maafkan aku yang telah membuatmu bersedih, maafkan aku juga yang telah membuang waktu berhargamu hanya untuk bersama denganku. Jika aku dapat melakukan hal yang pasti dapat terjadi, aku akan menghapus waktu, dan menghilangkan semua karya yang telah terukir bersamamu, walau kebersamaan kita hanya sekejap.

Datangkan sebuah harapan baru, hilangkan sebuah penyesalan.

Karena itu aku sadar bahwa, Tidak semua hal yang kita inginkan akan terwujud. Kita akan digantungi sebuah penyesalan, asa, dan ketidakberdayaan saat mencoba menggapai sebuah harapan, Tapi ingat, dalam sebuah penyesalan, terdapat makna yang sangat besar. Kita dapat menggunakan makna itu untuk membuat sebuah harapan baru, melangkah maju, dan berhasil.

Move on, makes you feel better.