Aku Pernah membaca artikel tentang: Ciri2 Cowok "m*n*p*l*si"

Dan ciri-ciri itu ada di ciri-ciri yang kamu miliki. Sesaat aku memang speechless dan hanya bisa diam. Tidak pernah terpikirkan olehku, setega itu, dan sejauh itu kamu berbuat padaku. Memang benar kata orang, kita harus lebih berhati-hati pada orang yang "baik" terhadap kita. Walaupun dia itu "sahabat" kamu, apalagi jika dia itu orang yang kamu anggap orang yang "spesial".

Jika dia mengetahui kamu suka dan sayang banget sama dia, kalau niatnya hanya main-main. bisa dipastikan dia akan memanfaatkan segala keadaan yang ada. Dia baik, bisa dipastikan 99% karena ada maunya. Setiap kali dia meminta sesuatu yang sangat dia butuhkan, ia harus mendapatkannya darimu. Dan jika kamu tidak memenuhi permintaanya, dia akan marah sama kamu.

Karena kamu terlanjur sayang, udah pasti dong kamu enggak mau pacar kamu marah dan enggak mau ngecewain orang yang kamu sayang. Sebisa mungkin kamu pasti akan menuruti segala kemauan si pacar. Itu karena kamu sudah buta. Ya, dibutakan oleh cinta. Makannya tidak bisa membedakan mana cinta sebenarnya dan yang mana cinta yang palsu (dimanipulasi).

Ya, kuakui itu semua benar adanya. Hal itulah yang pernah aku alami. Selama menjalani hubungan ini, aku tidak mengerti. Hubungan seperti apa ini? Kecewa, udah pasti sangat kecewa. Semua kata – kata yang terucap dari bibirmu hanya sebagai pelengkap m*n*p*l*si(mu) saja dan memang benar-benar sempurna. kata-katamu memang selalu membuat aku senang. Setiap hari aku merasa bahagia. karena aku merasa kalau kamu berusaha sekeras mungkin untuk membahagiakanku.

Advertisement

Setiap kali kita ada masalah. Aku hanya bisa diam tanpa kata. Tapi kamu selalu mengalah dan berusaha untuk membuat aku begitu yakin akan semua perkataanmu. Kamu selalu punya cara yang baru untuk menghidupkan suasana yang kacau menjadi benar-benar tenang dan menyenangkan seperti tidak ada masalah sebelumnya dan kamu itu memang jagonya dibidang untuk membujuk rayuku.

Aku jadi ngerasa kalau aku "suka dibohongi" sama kamu. Tapi, sekarang aku sadar karena aku sudah tau kamu itu cowok seperti apa? Aku tidak boleh pasrah dengan keadaan seperti ini, setelah aku mengetahui sifatmu yang seperti ini, aku harus mengambil tindakan bijak. Aku harus benar – benar pergi darimu. Maafkan aku, untuk saat ini aku tidak ingin berteman denganmu. Berikan aku ruang untuk segera bisa melupakanmu.

Yang berlalu akan aku biarkan berlalu. Ganjaran untuk perbuatanmu terhadap aku, biarlah tuhan saja yang membalasnya. karena aku tidak punya hak untuk membalasmu dan cukup ingat saja: "apa yang kamu tanam, itu yang akan kamu tuai." Terimakasih telah memberiku pelajaran tentang "manipulasi" ini. Semoga suatu saat nanti kamu bisa sadar akan perbuatanmu.