Hari ini kita buat alasan apa lagi ya?

Hari ini kita berjanji untuk pergi, tidak jauh hanya ke acara pernikahan teman kita sore ini, kegiatan yang menjadi rutin hampir setiap akhir minggu. Sejak seminggu sebelum hari ini aku sudah sibuk memikirkan alasan apa yang harus aku buat. Kadang aku harus meringis ngeri membayangkan pertanyaan-pertanyaan yang akan terus datang.

Urusan pergi ini seharusnya urusan remeh saja, kamu hanya datang menjemput ke rumah kemudian kita pergi bersama. namun menjadi urusan yang sangat rumit semenjak kita masih memperjuangkan sesuatu. kita masih memperjuangkan restu.

Urusan ini pun kadang menjadi lucu, sangat lucu. Disana, banyak orang orang akan menanyakan kepada kita "kapan nyusul?", kadang pula disertai nasihat agar menyegerakan menikah. Orang-orang banyak yang tidak tahu tentang kita. Maka kita anggap saja apa yang mereka katakan adalah doa.

Yang lebih lucu menurut saya adalah orang yang tahu tentang kita, namun masih membuat pertanyaan yang sama atau menjadikan kita olok-olok seakan keadaan kita sekarang adalah lucu. Bahwa kita adalah ketidakmungkinan yang terlalu dipaksakan. Kita menjalani kesia-siaan.

Advertisement

Kita doakan mereka selalu bahagia di hidupnya dan tidak merasai perjuangan seperti kita ini ya, sayang.

Karena mungkin mereka tidak sekuat kita saat ini, tidak mempertahankan dalam keadaan seperti ini. Kita terus berbahagia ya, sayang.