Peringatan! 15 tahun Buku, satu kata yang sudah mendarah daging di benak para pecandunya. Satu kata dengan empat huruf yang telah membuat banyak jiwa jatuh cinta. Dia bukan hanya sekedar lembaran kertas yang berjilid, berisi tulisan, gambar atau kosong untuk ditulis seperti yang dijabarkan oleh kamus besar bahasa Indonesia.

Jika ditanyakan apa arti buku bagimu, maka setiap jiwa akan menjabarkan dengan rasa cintanya. Buku adalah hasil buah pikiran dari seseorang baik itu berupa karya sastra atau ilmu pengetahuan. Keduanya memiliki perannya masing-masing. Bahkan sebuah peribahasa mengatakan buku adalah jendela dunia. Percaya atau tidak, tanpa kita sadari hal itu menjadi benar bagi kamu yang telah menjadikannya sebagai kebutuhan.

Tahun 2002 mantan Menteri Pendidikan Nasional, Abdul Malik Fadjar mengesahkan Hari Buku Nasional pada tanggal 17 Mei, hari ini lahir dari kekhawatiran akan minat baca dan tingkat melek huruf yang rendah di Indonesia. Tidak terasa tahun ini adalah peringatan ke 15 tahunnya Hari Buku Nasional, lantas apakah kekhawatiran yang terjadi pada tahun 2002 itu telah usai? Mikhael Gewati (kompas.com) seakan membantu kita menemukan jawaban dari artikel yang ditulisnya, bahwa dalam sebuah studi "Most Littered Nation In the World" yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu.

Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca. Indonesia persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61). Silahkan kita menilai dengan kacamata masing-masing. Benarkah sebagian besar kebiasaan yang terjadi saat ini yaitu setelah seseorang menyelesaikan pendidikan maka seseorang akan mulai berkurang bahkan berhenti membaca buku.

"Budaya membaca yang pada akhirnya akan melahirkan masyarakat cerdas, berdaya saing tinggi dan produktif. Kesejahteraan pun tinggal selangkah lagi," saya mengutip kalimat ini dari salah satu artikel di PresidenRI.go.id. Seharusnya di abad 21 membaca tentu menjadi lebih mudah karena teknologi telah menyediakan banyak buku elektronik yang bisa kita dapatkan bahkan kita bisa memesan buku secara online seperti halnya rutinitas belanja online yang menjadi favorite para perempuan kekinian.

Advertisement

Lantas kenapa masih tidak mau membaca? Silahkan tepuk dadamu lalu tanyakan, sejauh apakah kamu menanamkan rasa Cinta terhadap buku dirumahmu?