Sedikit coretan dari seorang penonton yang sedang belajar merubah diri, semoga bisa menginspirasi.

Sejenak aku berfikir, mengapa cerita hidupku tidak seindah cerita mereka?

Mereka yang dengan mudahnya mendapatkan apa yang mereka inginkan, sekolah di sekolahan favorit, masuk perguruan tinggi negeri ternama, study banding sampai ke negeri paman sam, negeri sakura dan negeri kincir angin, jalan-jalan kesana kemari, dan sudah berkesempatan untuk berdo’a di multazam di usia muda, mungkin kelihatanya mudah tetapi aku yakin mereka juga penuh perjuangan untuk bisa sampai pada keadaan itu.

Aku sadari itu, tetapi masih saja aku menjadi penonton kesuksesan mereka, walaupun aku yang terdepan, tetap saja aku hanyalah seorang penonton.

Tapi kawan, jika kamu juga seorang penonton mungkin Allah yang menggerakkan hatimu untuk membaca tulisan yang ditulis oleh orang yang juga seorang penonton, kita sama-sama belajar untuk menjadi seorang pemeran dan tidak lagi menjadi penonton, tetapi tetap saja semua pasti ada prosesnya.

Advertisement

Baiklah kawan, kita akan mulai belajar, kita awali dengan niat, niatkan karena keyakinan agama masing-masing.

Segala apapun yang akan kita lakukan hendaklah diawali dengan niat, belajar lah melibatkan Tuhan dalam segala urusan kita karena Dialah sutradara kehidupan kita.

Untuk menjadi seorang pemeran kita harus merubah mindset bahwa kita tidak terlahir untuk menjadi penonton saja.

Sebagian dari kita mungkin berfikir bahwa sudah beginilah takdir-Nya, kita hanya bisa menjadi penonton saja, sebenarnya kita bisa merubah itu, dengan merubah mindset mungkin kita akan terdorong untuk melakukan action perubahan.

Saat kita berfikir kita hanya seorang penonton sebenarnya kita sudah berada di gerbang perubahan.

Karena ada sebagian penonton tidak menyadari bahwa dirinya adalah seorang penonton, mungkin mereka merasa sudah berada pada titik kenyamanan mereka, karena tidak menyadari hal tersebut mereka tidak tergerak untuk mengubahnya dan tetap setia menjadi seorang penonton tetapi apabila kita menyadari bahwa kita adalah seorang penonton kita pasti tergerak untuk merubah keadaan tersebut.

Untuk merubah itu, kita harus mencari motivasi dari segala penjuru dunia, jadikan itu sebagai pembangkit energi positifmu.

Mengapa mereka bisa, kita tidak??

Mungkin itu yang ada di benak kita saat melihat kesuksesan orang tanpa menjadikan kesuksesan mereka sebagai motivasi untuk kita, memang benar, semua orang punya kemampuan yang berbeda-beda dan punya keahlian di masing-masing bidang tetapi kita pasti bisa untuk tidak menjadi penonton lagi jika menjadikan itu sebagai motivasi.

Dream, Pray And action, go go go

Berani bermimpi, berdo’a dan berusaha melakukan aksi, karena jika bukan kita yang merubah cerita kita, siapa lagi??

Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah nasibnya.

Tulis semua mimpi kita, jangan takut untuk bermimpi, jangan lupa berdo’a dan giatlah berusaha insya Allah jalan terbuka lebar untuk penonton yang tidak ingin selamanya menjadi penonton seperti kita.

Ayolah kawan, kita pasti bisa, kita tidak harus menjadi seperti diri mereka tetapi kita bisa sukses atau bahkan lebih sukses dari mereka, Okeh, semangatttttttt

be yourself.