Ketika aku mengenal nya dunia terasa hebat di ciptakan untuk ku, karena keindahan yang begitu nyata tercipta. Tetapi seperti hal nya manusia memang akan ada periode dimana kita akan mulai jenuh. Bukan karena perasaan yang luar biasa itu berkurang atau tidak masa bertumbuh lagi. Tapi ada kalanya memang mengapa harus demikian? Proses menuju pendewasaan hubungan jika aku mengartikannya. Karena disaat seperti inilah perasaan itu di uji untuk melewatinya jika hubungan itu memang ada diantara dua insan yang sedang mejalankannya pastilah mereka sama sama mencari jalan keluar untuk melewati masa masa sulit tersebut.

Mulailah menghargai hubungan tersebut, keindahan yang di tawarkan di awal hubungan harus selalu di kenang karena itu merupakan fondasi awalnya, Banyak yang mengatakan moment pertama adalah petunjuk untuk berjalannya suatu hungan, dan pastinya di ikuti dengan harapan baik untuk kedepannya. Oleh karena itu ketika memasuki fase tersebut kembali kepada titik awal bagaimana anda mengenalnya, dan seolah ciptakanlah komitmen baru dengan mengingat kembali hal yang sedang merasuki hungan tersebut. Jangan takut untuk selalu memperbaharui komitmen tersebut karena ketika memperbaharui hal yang demikian akan menjadikan hubungan tersebut kemabali seperti saat anda mengenalnya.

Saat ini memang nuansa penulis mempengaruhi tulisannya, dan itu yang menyebabkan dia untuk menulis sebagai rekaman kongkrit di perjalanan cerita dengan si hebat. Tapi yang pasti kejenuhan bisa di obati dengan penawar rasa jenuh tersebut, banyak obat yang dapat di tawarkan salah satunya dengan bersama sama menciptakan suatu yang baru dalam hubungan tersebut. Tetapi terhianati itu sepertinya sulit, karena banyak terjadi fenomenanya kejenuhan timbul karena perasaan baru sedang bertumbuh di tempat yang lain, sehingga hubungan yang ada pada pihak pertama dan kedua tidak sinkron lagi. Jika demikian mungkin memutuskan untuk hal baik tetapi menyakitkan haruslah segera dilakukan karena melangkah lebih jauh adalah kesia-siaan.

Walau yang ku ketahui cinta harus memiliki itu adalah ego, tetapi pahit juga rasanya jika memakan empedu walau dengan mencicipi sesendok madu, tak akan menjadi kesia-siaan jika melepaskannya karena harapan itu sudah di rusak bukan karena kamu atau dia, tapi karena nyataannya memang sudah sedemikiannya.

Berdirilah atas kerinduan, berdirilah di atas komitmen, yang pasti berdirilah bersama sama, jangan biarkan dia sendiri, karena kebersamaan itu indah akan banyak hal indah yang bisa di ciptakan ketika bersama. Tapi ingat ketika berdiri bersama jangan juga kita biarkan dia selalu yang menopang untuk kita sama berdiri, karena beban itu akan selalu bertamba dikalah itu berjalan terus menerus. “Cinta tidak akan pernah mati”