Pagi ini semua terasa begitu sama seperti pagi–pagi yang telah lalu, bahkan hujan di ibukota pagi ini tak melenyapkan semua bayangan tentang sosok yang selama ini aku impikan, sosok yang selama ini selalu aku rapal dalam setiap percakapanku dengan Tuhan.

Langit kembali menangis, entahlah tangisan apalagi yang kali ini dia turunkan. Kebahagiaankah ? Atau kesedihan ?

Tapi jutaan tetes yang selalu turun bersamaan dengan angin yang membawanya pergi, seakan mengajakku untuk membangkitkan kenangan itu lagi, kenangan saat aku dan kamu berjalan melawan tiap tetesan hujan, kenangan saat kamu mendekap tubuhku begitu erat, kenangan saat hujan menahanmu untuk tetap tinggal.

Iyaa, itu terjadi sebelum kamu mengenal wanitamu yang sekarang. Sosok wanita yang sedang kau perjuangkan setengah mati untuk diyakinkan, sosok wanita yang sedang membuatmu berada di puncaknya jatuh cinta, sosok wanita yang sedang kamu bangga–banggakan.

Sama seperti saat dulu kamu masih memperjuangkan aku.

Advertisement

Genangan hujan yang turun, tidak senantiasa menyurut bersamaan dengan hujan yang reda. Terkadang masih ada tetesan genangan yang masih terus menunggu terpaan sinar mentari untuk menyurutkannya

Begitu juga dengan kenangan. Tidak serta merta akan hilang begitu saja saat semuanya telah pergi

Tapi seiring dengan berjalannya waktu, perlahan tapi pasti kenangan itu perlahan akan pergi atau mungkin memang kita yang “memaksa” untuk pergi.

Mungkin sebagian orang akan berjuang untuk tetap mempertahankan semua kenangan itu, tapi saat kenangan itu hanya akan membuat kecewa itu kembali teringat, apa kita akan tetap memperjuangkan semua kenangannya? Atau mungkin kita akan bertingkah seperti orang yang mencoba untuk lupa ?

Tuhan,

Seandainya tiap tetesan air hujan itu memang ribuan malaikat yang pagi ini Kau turunkan, boleh aku meminta Tuhan ?

Kirimkan semua malaikat–malaikat itu untuk menjaganya yang telah jauh dari pandanganku

Simpan satu malaikat-Mu disini untuk tetap menjaga hatiku agar aku tetap setia untuk merapal namanya di setiap percakapanku dengan-Mu.