Aku punya seribu angan dan cita-cita, dan diseribu kali pula aku merasa selalu gagal

Aku tak pernah bisa membedakan antara Pemimpi dan Pejuang. setahuku, aku punya mimpi, banyak sekali mimpiku. Namun aku juga pejuang yang bagi mereka 'Perjuanagnku hanya mimpi semata'. Seketika itu juga diriku roboh, serasa tak berguna karena sedikit sekali pencapaianku agar membuat mereka bangga. Bukan untuk diberi tepuk tangan, namun aku tak ingin selalu dianggap sebelah mata. Dan kegagalanku itu, mendorongku untuk berputus asa karena, aku seperti mencoba menyusuri semak belukar tanpa cahaya.

Aku tak paham mauku apa! Namun aku dituntut paham mau mereka!

'Mereka ingin aku baik-baik saja! Dan mereka anggap itu tidak mudah. Mereka ingin aku berhasil! dan mereka anggap itu tidak instan.' Aku membenarkan kata kata mereka, Tapi tak dengan perilaku mereka. Mereka ingin aku berhasil, ya, aku berusaha. Tapi mereka seakan tak mau tahu. Yang ingin mereka tahu adalah 'aku baik-baik saja'. Apa mereka kira ini mudah? aku ingin semua berjalan mulus, namun yang aku lewati bukan jalan tol yang bebas melesat. Aku adalah perempuan lemah, namun dengan kata itulah semua menuntutku untuk kuat.

Dan apa definisi keras kepala itu ??

Advertisement

Menurutku, Aku hanya berusaha mengokohkan apa yang menjadi keputusanku. Tapi anggapan mereka aku tak mau diberi pendapat. Dan ketika aku mengubah keputusanku, mereka anggap aku plinplan. Apa yang harus aku ambil dari semua perkataan? Ketika aku berusaha menjelaskan, seketika itu juga aku dianggap pembantah. Ketika aku diam, seketika itu mereka menganggapku bisu. Aku harus seperti apa? dan apa salah jika aku lelah, aku menunjukan caraku dengan 'berontak'. Iya salah, pasti salah, karena tak ada yang pernah membenarkanku.

Lalu untuk apa diriku ada ?

Seperti apa arti nama untuk diri sendiri. Apa aku diciptakan untuk kehilangan segalanya yang ku genggam? Apa aku diciptakan untuk tersesat mencari maksud ku diciptakan? Apa aku diciptakan untuk perlahan terhapus dari aku yang utuh? dan apa aku diciptakan hanya untuk menjadi kotor karena satu kesalahan yang dihubungkan kepada beberapa langkah? Apa hanya untuk kegagalan dalam segi hati yang sudah penuh keprihatinan? Kenapa tak ada sedikitpun keadilan untukku setidaknya jalan keluar. bukan perkataan yang menenangkanku sementara bahwa "Hidupmu itu terlalu indah" dan mana buktinya jika yang indah itu kelam?