Ya, tulisan ini masih tentang kamu dan mungkin akan tetap tentang mu, tak pernah habis tinta ini menuliskan tentang mu.

Kamu yang sangat spesial dan sangat berarti dihidupku
Kesalahan-kesalahan yang ku buat mungkin banyak membuatmu kecewa
Semua kelemahanku pun mungkin membuatmu malas untuk sekedar bertemu denganku
Kalau saja aku boleh meminta, aku akan meminta untuk bertemu denganmu di satu atau dua tahun lagi dengan, perasaan yang sama dan dengan kondisi yang mungkin lebih baik dari ini, kondisi dimana aku siap seutuhnya untukmu, kondisi dimana kita berdua sudah siap untuk selalu bersama.

Tapi aku tak pernah menyesal bertemu denganmu saat ini, karna mungkin jika aku tidak bertemu denganmu aku tidak akan punya semangat seperti ini

Kamu! ya, masih tetap tentangmu, yang saat ini menjadi inspirasiku dan akan tetap seperti itu sampai kapan pun.
Entah pantaskah aku mencintai seseorang sepertimu dengan semua kelemahan yang kumiliki, dan dengan banyaknya kekuranganku ini.

Beruntunglah wanita yang pertama kali membuatmu jatuh cinta, karna aku yakin ia tak akan lepas dari hatimu meski telah ada orang lain yang mengisi hatimu saat ini.
Akan lebih beruntung lagi wanita yang menjadi pelabuhan terakhirmu nanti, entahlah siapa orangnya.
Bukannya aku tak memiliki harapan denganmu tapi aku tak mau berharap terlalu banyak lagi karna aku tau sakitnya ketika harapan itu tak seperti yang kuharapkan.

Advertisement

Aku tak pernah membayangkan jika suatu saat nanti kita berpisah, kamu melewat semua waktumu dengan seseorang yang jauh lebih baik dariku, kamu melakukan hal yang pernah kita lakukan dengannya. Sakit rasanya jika itu terjadi, sungguh aku akan betul-betul terpuruk.

Sayang, andai saja bisa kita bertukar perasaan sebentar. aku ingin tahu seperti apa sebetulnya perasaanmu, samakah sepertiku atau seperti apa? Sayang, andai saja kita bisa saling berjanji untuk tetap bersama, saat ini dan selamanya.

Tapi sayangnya mauku belum tentu jadi maumu. Aku mau tetap bersamamu saat ini dan selamanya, tapi bagaimana denganmu?
Aku mau menghabiskan sisa hidupku hanya dengamu, tapi kamu?
Aku mau menjadi orang yang pertama kamu lihat disetiap pagi saat kamu terbangun dari tidurmu, tapi maukah kamu?
Aku mau menyiapkan sarapan setiap pagi untukmu, tapi sudikah kamu jika aku yang menyiapkannya?
Aku mau menunggumu pulang setiap malam diruang tamu dan mencium tanganmu ketika kamu sudah pulang, tapi maukah kamu?

Tapi ya sudahlah, kubiarkan saja semua harapanku ini aku simpan, karna jika nanti semuanya tak sesuai maka hanya aku yang tau seperti apa sakitnya

Sayang, kabari aku kebahagiaanmu nanti walaupun itu akan sangat perih untukku.