Nikah muda bagi sebagian orang di era modern ini merupakan hal yang masih cukup tabu, masalah studi yang belum kelar, masih ingin berkarir. Yang dimaksud muda disini adalah usia disaat mungkin studi kamu belum selesai, karir kamu masih dalam proses penanjakan atau bahkan belum bekerja dan masih mencari kerja serta usia dimana semua orang berpikir kamu dapat hidup lebih baik apabila tidak menikah terlebih dahulu. Akan tetapi bagi sebagian orang menikah muda adalah salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas diri, mengurangi kegalauan, justru banyak yang setelah memutuskan untuk menikah yang awalnya sulit mendapatkan kerja justru mendapatkan kemudahan. Hal tersebut sangat wajar karena menikah merupakan sebuah perjanjian suci yang bahkan bernilai ibadah. Akan tetapi bukan berarti untuk menikah diusia muda kamu tidak memerlukan persiapan. Pernikahan adalah proses penyatuan dua insan berbeda dalam satu bahtera. Pernikahan adalah ikatan sakral yang tidak bisa dimain-mainkan. Oleh karena itu, sebelum kamu memutuskan untuk menikah diusia muda, silahkan persiapkan beberapa hal berikut.

1. Persiapkan batinmu semantap mungkin karena kamu akan hidup dengan manusia bukan robot

Mempersiapkan batin terdengar terlalu klise memang,namun itulah nyatanya, tanpa batin yang siap, tanpa batin yang mantap kamu tidak akan merasakan kebahagiaan dalam pernikahan. Kamu akan menikah, bukan membeli handphone yanga ada garansi 1-2 tahun. Calonmu adalah manusia yang tidak akan sempurna, akan kamu temui setelah beberapa hari, beberapa bulan, atau beberapa tahun kemudian kekurangan-kekurangan yang tidak pernah kamu lihat sebelum kamu memutuskan menikah dengannya. Usia muda adalah usia dimana emosi sering berkuasa jika batinmu belum siap maka manajemen emosimu akan kacau dan tantangan dalam berumah tangga salah satunya adalah tentang bagaimana mengelola emosimu yang bisa setiap waktu terpacu oleh tingkah pasanganmu. Bayangkan kamu pulang kerja, seharian di kantor dikejar deadline. Bayangan kamu sebelum sampai rumah adalah kamu akan disambut oleh istri dengan senyum manis yang paling kamu banggakan, dan hancurlah semua ekspekasi itu ketika kamu pulang justru disambut dengan muka masam yang merajuk dibelikan baju lebaran, Well, kalau manajemen emosimu tidak baik,sudah ketebak kan apa yang akan terjadi kemudian ?

2. Perdalam ilmu mengenai rumah tangga, karena untuk bisa naik sepedapun kamu minimal bertanya untuk mendapatkan ilmunya

Sering kali karena masih muda merasa tabu untuk menimba ilmu mengenai dunia rumah tangga. Malu ah, nantilah masih jauh, biarlah nanti aja H-seminggu pernikahan baca begituannya. Padahal yang namanya ilmu berumah tangga sangat kompleks kamu pahami bukunya sampai 3 kali khatam pun dilapangan tidak akan sesimpel itu, apalagi jika kamu tidak mempersiapkannya. Mengetahui ilmu terkait rumah tangga akan memperjelas banyak hal, kamu akan mengetahui apa hak dan kewajibanmu sebagai suami/istri, kamu akan mengetahui bagaimana menangani goncangan dalam pernikahan yang pasti akan kamu alami. Kamu akan mengetahui bagaimana jika kelak sudah memiliki momongan pengasuhan seperti apa yang akan tetap membuat keluarga kecilmu tetap bahagia dengan kadar yang tinggi. Tanpa belajar, membaca atau mungkin bertanya kamu tak akan mendapatkan ilmu tersebut, maka mulailah belajar dari sekarang jika kamu memiliki nyali lebih ikutilah seminar-seminar pra nikah yang sekarang menjamur dimana-mana, kalau jaim takut ketahuan teman, bacalah buku terkait pernikahan yang bisa kamu baca bebas tanpa gangguan dari siapapun, Karena sekali lagi menikah adalah tidak sekedar menyatukan dua raga berbeda tapi menyatukan dua jiwa, dua kepribadian, dua karakter, dua latar belakang yang berbeda bahkan mungkin sangat berbeda.

Advertisement

3.Persiapan fisik, setelah menikah tenagamu akan terpakai 2 kali lipat darpada saat single

Menikah merupakan tentang bertambahnya tanggung jawab, semakin tinggi taggung jawab, maka akan semakin banyak tenagamu terpakai. Kamu harus fit setiap pagi. Sebagai suami nantinya kamu harus bekerja keras untuk kebahagiaan keluarga kecilmu dan seringkali saking bersemangatnya kamu mengambil semua kesempatan lembur, niat kejar setoran kalau badan nggak fit justru kamu akan sakit dan mengacaukan segalanya. Sebagai seorang istri, setiap pagi kamu harus bangun pagi, menyiapkan semua keperluan suami dan anak. Baju yang akan dipakai, sarapan, sepatu, berkas dan lainnya dan lainnya, belum lagi sebelum semua itu kamu harus bangu sangat pagi, jam 5 bagimu nanti akan menjadi waktu yang sudah sangat terlambat atau kesiangan padahal dulu ketika sendiri hebat sekali kan bangun jam 5 itu ? hehe. Kamu sudah lelah dengan semua kesibukan pagi hari dan kamu harus tetap kelihatan fresh dan memberikan senyum terbaik sebelum suamimu ke kantor dan anakmu ke sekolah. Kalau kamu bukan perempuan tangguh dan sakit-sakitan, apa kata dunia??

4.Persiapan finansial, bagaimanapun kamu hidup di dunia yang semua kebutuhan harus dibeli dengan uang

Memang nikah itu hal yang mudah dan kita sendiri yang seringkali mempersulitnya, alasanya sering datang dari masalah finansial. ” Cinta sih, tapi gue belum kerja nanti kalau nikah dia mau gue kasih makan apa?” kata X yang memutuskan belum menikah padahal sudah merasa wajib menikahi seseorang yang dicintainya. Yaelah Gaes, kamu mau nikah bukan beli kambing yang harus dicariin pakan segala. Kalau kamu ngerasa belum mampu usahalah, zaman sekarang sudah basi kerja nunggu lulus kuliah, nunggu ijazah. Kalau kamu ngerasa hidup kamu belum banyak perubahan yang diperbanyak usahanya jangan gayanya, sudah faham teori fisika itu dari zaman SMP kan? Tunjukan kalau kamu laki-laki super dengan tidak hanya menunggu uang kiriman orang tua setiap bulannya kala kamu punya niatan menikah muda dan bahagia. Untuk kamu para calon istri, kalau ingin menikah muda, belajarlah investasi sedini mungkin, kurangi shopping tidak jelas, gembungkan tabungan, cari beasiswa sehingga uang kiriman orang tua bisa semaksimal mungkin ditabung. Walaupun hidup kamu nantinya ditanggung suami, akan ada masa dimana kamu memerlukan uang dan uang suamimu teralokasikan ke yang lainnya.

Segala permasalahan akan ada jalan keluar, termasuk tentang keinginan menikah muda, segala sesuatunya jika dipersiapkan dengan baik maka tak ada yang tidak mungkin, bahkan kamu iya kamu. Karena menikah itu ibadah maka yakinlah sang penolong utama akan menolongmu akan keinginan itu. Tinggalkan keraguan, bersabarlah dalam penantian dengan persiapan. Jadi memang nikah muda bikin nyesel, nyesel kenapa nggak dari dulu hehe. Dengan segala usaha dan doa nikah muda dengan kebahagiaan intensitas tinggi bukan hanya sekedar ilusi.