Banyak yang bilang bahwa jika dua orang bersahabat lalu kemudian saling jatuh cinta, maka mereka tak akan mampu lagi menyambung benang persahabatan karena sudah terlanjur putus. Namun siapa sangka bahwa hati yang besar dan ikhlas bisa merubah paradigma itu semua. Jika kamu bisa menerapkan ini, maka kemungkinan besar persahabatanmu dengan dia masih akan terselamatkan.

Maafkan dia yang dulu sempat berkomitmen sebagai sahabatmu lalu kemudian terlena dengan kenyamanan hubungan kalian berdua dan tumbuh rasa cinta lebih dari seorang sahabat. Cinta belum tentu nyaman, namun rasa nyaman sering kali menimbulkan cinta.

Tak ada yang salah, hanya batasannya saja yang terlanjur tidak jelas. Tak perlu saling menyalahkan siapa yang memulai, perbaiki saja yang ada sekarang ini. Jangan memberi makan egomu, egomu nanti akan memunculkan rasa gengsi yang membuatmu enggan meminta maaf padanya atau enggan memaafkan dan justru lebih memilih saling menjauh. Ingatlah bahwa dulunya kalian adalah teman asyik tanpa rasa baper, teman nongkrong yang seru, atau semacamnya. Kontrol egomu dan beranjaklah dewasa baik hati maupun pikiran.

Sebagai manusia yang harus terus belajar dalam hidup, sepertinya kurang adil jika kita juga tidak belajar tentang bagaimana menyimpan memori pahit yang pernah terjadi. Terkadang, hati dan otakmu harus diberi porsi yang sama untuk menyimpan memori yang katanya buruk itu

Di simpan di hati, supaya kita bisa belajar tentang pahitnya rasa sakit yang pernah dialami, dan yang satu itu justru harus bisa menjadi amunisi untuk bangkit menuju kehidupan yang lebih baik. Di simpan di otak, supaya kita tahu bahwa kembali ke memori itu terkadang bukan pilihan yang tepat, cukup diingat sebagai pembelajaran, maafkan semuanya, dan mulailah menata kehidupan kembali. Rasanya akan sangat bosan memang, terus menerus bangkit dari keterpurukan, tetapi satu hal, semakin ditempa kamu akan semakin kuat. Seperti besi yang bukan apa-apa lalu kemudian ditempa menjadi apapun yang berguna, seperti teh celup yang semakin lama disiram air panas justru makin legit rasa tehnya, seperti kopi luwak yang megalami banyak proses untuk menjadi kopi ternikmat, kamu pun nantinya akan begitu, menjadi pribadi yang menawan baik hati maupun pikiran. Semakin matang dan mantap untuk merangkai tujuan hidup cemerlang.

Advertisement

Terbenam masa lalu bukanlah hal yang patut dibanggakan. Menentukan langkah kaki mana yang akan membawamu ke masa depan yang gemilanglah yang harus menjadi konsentrasimu saat ini. Kuatkan hatimu, bulatkan tekatmu supaya kamu tidak terbawa arus ego negatifmu. Percayalah, bahwa setiap orang punya kisah kehidupan yang baik dan menginspirasi banyak orang nantinya.