Kalaupun dia tidak tahu kita menyukainya
Kalaupun dia tidak tahu kita merindukannya
Kalaupun dia tidak tahu kita menghabiskan waktu memikirkannya

Maka itu tetap cinta. Tidak berkurang sesenti pun perasaan tersebut.

Bersabar dan diam lebih baik.
Jika memang jodoh akan terbuka sendiri jalan terbaiknya.
Jika tidak, akan diganti dengan orang yang lebih baik.

Terkadang, melepaskan adalah hal yang paling sulit dalam kehidupan kita. Melepaskan akan selalu identik dengan kehilangan, dan tentunya, tidak ada seseorangpun yang siap dan bahagia dengan kehilangan. Sebenarnya, melepaskan tidak selalu identik dengan kehilangan. Bagaimana bisa? Baiklah coba kita uraikan satu persatu.

1. Melepaskan tidak selalu tentang kehilangan, kamu hanya perlu berpindah halaman kehidupan

Melepaskan bukanlah tentang kehilangan, terkadang melepaskan adalah tentang kesadaran bahwa kamu harus membuka halaman lain dari hidupmu. Tiap hari dalam hidupmu akan selalu memberikanmu sebuah pembelajaran, ada baiknya kamu tidak hanya stuck pada satu lembar kehidupaanmu. Terlebih jika itu menyakitkanmu dan membawa banyak emosi negatif dalam dirimu. Ini waktunya kamu harus membuka halaman selanjutnya, jangan pernah takut untuk melangkah.

Ingat, ketika kamu melangkah, kamu tidak akan kehilangan apapun. Kamu hanya sedang melepaskan kenangan buruk yang kamu miliki dan melanjutkan hidup. Beri afirmasi pada dirimu sendiri, bahwa kamu sudah memaafkan apa yang terjadi, kamu memaafkan dirimu sendiri, memaafkan mereka yang telah menyakitimu, dan di waktu ini kamu akan melanjutkan hidupmu lagi ke bagian yang selanjutnya.

Advertisement

Jangan pernah kembali untuk memeriksa halaman lalu yang menurutmu menyakitkan, apalagi jika kamu berniat untuk mengoreksi yang telah lalu. Lepaskan saja, terima saja, dan berjalanlah saja dan rasakan bahwa dirimu kini bukanlah dirimu beberapa saat lalu yang belum "melepaskan" tersebut. Let God create something better for your future.

2. Melepaskan, memberi ruang bagimu untuk menerima sesuatu yang baru untuk datang

When you let go, something magical happens. You give God room to work. -Mandy Hale

Coba kamu ingat kembali, sudah berapa lama kamu mengenggam kenangan itu? Apakah yang kamu rasakan ketika kamu mengenggam kenangan itu? Sakitkah atau bahagiakah? Ketika hal tersebut terasa menyakitkan, mengapa kamu tetap membawanya? Apakah yang sebenarnya sedang kamu takutkan, kehilangan kenangannya atau kehilangan orangnya? Bukankah ketika kamu genggam ataupun tidak, peristiwa atau seseorang itu juga sudah berlalu? Dia tidak lagi ada di tempatmu berdiri kini.

Kamu dan dia tengah berada pada halaman kehidupan yang berbeda. Maka beranikanlah melepaskan sesuatu yang kamu genggam kini, yang sekiranya menyakitkanmu. Ketika kamu berani untuk melepaskan sesuatu, kamu sebenarnya tengah memberikan ruang untuk Tuhan bekerja di dalam hidupmu. Kamu sudah cukup mengusahakan yang menjadi bagianmu, kini biarkanlah dan berikanlah ruang agar keajaiban Tuhan dapat terjadi.

Kamu harus menyadari bahwa kehidupan ini tidak pernah lepas dari kekuatan yang Maha Besar yang bekerja dalam kehidupanmu. Semesta yang Tuhan ciptakan ini akan memberikan apa yang kamu perlukan ketika kamu sudah siap untuk menerimanya. Tentunya kamu tidak bisa menerima jika tanganmu masih mengenggam sesuatu terlalu erat bukan? Lalu, apa kuncinya? Ya, melepaskan.

3. Melepaskan mengajarkanmu bahwa ketika kamu tidak mendapatkan apa yang kamu inginkan, maka kamu akan mendapatkan suatu pembelajaran.

When you don't get what you want, you get your experience

Terkadang yang menyebabkan kita sulit untuk melepaskan adalah kita tidak hidup di hari ini, kita terlalu sibuk berada di masa lalu kemudian takut untuk menghadapi masa depan. Padahal yang kita perlukan hanyalah hadir di hari ini, membuat hari ini menjadi lebih berarti. Do not count the days, make the days count! Ingatlah bahwa hidup tidak selalu tentang kamu dan harapanmu. Ingat jugalah bahwa hidup tidak selalu tentang perasaan bahagiamu yang datang ketika kamu dibahagiakan oleh seseorang atau kamu mendapatkan kebahagiaan karena seseorang atau sesuatu itu ada bersamamu.

Terkadang hidup adalah tentang bagaimana kamu memberikan kebahagiaan untuk orang lain. Semakin dalam kesedihan yang kamu rasakan, akan membuat ruang kosong dalam hatimu, isilah ruang kosong tersebut dengan kebaikan-kebaikan yang dapat kamu lakukan. Apapun itu, apapun! Lakukan sekarang juga, jangan hanya menjadi wacana dalam pikiranmu.

Seperti kata Tere Liye lagi nih,

“Jika dia memutuskan untuk pergi menjauh, itu berarti sudah saatnya kau memulai kesempatan baru. Percayalah, jika dia memang cinta sejati kau, mau semenyakitkan apa pun, mau seberapa sulit liku yang harus dilalui, dia tetap akan bersama kau kelak, suatu saat nanti. Langit selalu punya skenario terbaik. Saat itu belum terjadi, bersabarlah. Isi hari-hari dengan kesempatan baru. Lanjutkan hidup dengan segenap perasaan riang.”

Melepaskan mengajarkan kita banyak hal, terutama tentang mencintai diri kita sendiri. Love Yourself. Ketika kamu mencintai dirimu sendiri, kamu tidak akan membiarkan dia berlama-lama berada pada keadaan yang tidak menyenangkan. Sudah saatnya kamu memeluk dirimu sendiri, menenangkannya, menegaskan kepada dirimu sendiri "it just a bad day, not a bad life"