Bertahun-tahun kita saling mengenal. Beribu-ribu kenangan kita ukir bersama. Kau genggam erat tangan ini untuk kita bersama, tak pernah kau biarkan hati ini terasa sepi. Kau yang selalu membuat hari-hariku penuh dengan warna. Kau buatku tersenyum, tertawa dan sedih di waktu yang sama.

Tak pernah sedikitpun kau terlepas dari bagian hidupku. Tak pernah sedikitpun kau terlupakan di antara sisipan do'a dan sujudku. Namun kini kau telah pergi, kau pergi meninggalkan ku sendiri di sini yang hanya mampu memandang punggungmu yang pernah aku inginkan untuk bersandar di saat lelah dan sedihku. Kau lepaskan genggaman ku, kau hempaskan segala mimpi-mimpiku tentangmu.

Kau hancurkan segala harap untukmu. Apakah kau tau, melepasmu membuatku hancur dan tak mampu menapaki hidup sesaat. Andai kau tau melepasmu tak semudah yang kau kira. Melepasmu begitu sulit untuk ku seakan ku tak mampu lagi bernafas dengan nyaman. Kau lepaskan genggaman ini di saat aku benar-benar mencintaimu. Kau hancurkan hati ini demi merengkuh wanita lain yang kau rasa lebih baik dariku. Kau umbar kasih dan cinta kalian di depanku. Pernahkah kau melihatku di sini berjuang membangun hati yang telah kau hancurkan?

Memberi nyawa pada hati yang tlah kau bunuh. Pernahkah kau memandangku walau sedikit? Pergilah kasih, kau berhak pergi kini. Terbanglah kasih, terbanglah dengan cintamu yang baru. Jangan kau pandang aku dengan tatapan yang dulu untukku yang tlah kau berikan padanya. Jangan kau panggil namaku dan jangan kau ingat aku walau itu sedetik. Jangan lagi kau tanyakan keadaanku.

Abaikan aku sendiri, aku akan menjalani hidup baruku. Aku akan pergi sejauh mungkin sebisaku. Tinggalkan aku dengan kenangan dan sakit yang tlah kau tulis di cerita cinta ini. Jika kita kelak bertemu, aku bukan lagi yang dulu. Aku bukan wanitamu yang dulu yang pernah menggengam tanganmu saat kau rapuh. Aku bukan lagi boneka yang rela menyakiti diri ini hanya untukmu.