Yah, sakit tetaplah sakit, kecewa tetaplah kecewa.

Sehebat apapun kau memilki bakat untuk berdramai, dia yang kau lihat lemah, tak begitu bodoh untuk tak melihat sedikitpun dari kesalahanmu, hanya saja dia mencoba untuk tak membicarakan dan lebih tertutup. Memendam semuanya sendirian memang bukan hal mudah dilakukan, ada sakit dan kecewa yang harus ditahan. Ingin marah namun tak memiliki hak lagi, ingin berteriak namun malu karena dia adalah perempuan.

Kau yang dianggapnya adalah hal penting yang selalu diutamakannya dari apapun, entah darimana datangnya rasa yang begitu besar menujumu, namun dia tak pernah ingin lelah mencintaimu. Hal yang perlu kau tahu, tak semua perempuan bisa bersikap sepertinya. Selalu belajar tersenyum di balik sakitnya saat kau menyapa dan tertawa di saat kau ingin melihatnya, tertawa tanpa pernah kau sadari dan mengerti seperti apa perasaan hatinya yang sebenarnya,

Dia tidak jujur, bukan berarti ingin bersandiwara hanya saja dia ingin kau tetap berada di sisinya dan tak kemana-mana walau mungkin dia sebenarnya tahu kau tak benar-benar ingin terus ada di sisinya. Karena kau sendiri tahu hatimu masih mencintai masa lalu.

Adakah seorang perempuan yang sebegitu tegar juga kuat menyimpan kecewanya denganmu? Hanya demi bahagianya bersamamu, dia tak pernah berharap banyak darimu. Dia hanya ingin kau melihat bagaimana dia membanggakanmu di depan mereka.

Advertisement

Dia terlalu membanggakanmu di depan keluarganya, di depan kawan-kawannya bahkan di depan orang yang baru dia kenal, dia memujamu tanpa sepengetahuanmu.

Baginya, memaafkan kesalahanmu memang hal yang mudah. Namun untuk melupakannya, itu bukanlah sesuatu yang mudah, namun dia belajar kuat.

Kau tahu? Apa yang membuat dia ingin bertahan sampai sejauh ini? Dia hanya punya satu alasan bertahan, itu karena dia ingin terus bersamamu dari sekarang sampai masa depan, karena dia percaya esok lusa dan seterusnya akan ada saat kau akan tahu ketulusan hati perempuan. Dan itulah dia kekasihmu yang telah kau lukai perasaanya.

Semoga waktu tak terlambat memberimu kesempatan menyadari hal itu.