"Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca Hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim"

1. Jangan turunkan standarmu hanya karena kamu lelah menunggu

Dalam cinta; cuma setia yang sifatnya permanen, tampang, tubuh, uang, dan sejenisnya, cuma soal waktu.Daripada pelajaran kamu yang hebat, lebih baik etika kamu yang hebat. Barangkali rindu, adalah alasan termanis, untuk menangis..

Bukan bermaksud untuk tidak mencari, hanya saja aku ingin memantaskan diri terlebih dahulu agar lebih baik. Sehingga ketika bertemu denganmu nanti, tanganku berfikir untuk menggenggam lebih erat, dan tidak berfikir untuk mencari lagi.Cinta itu seperti api. Semakin besar maka semakin berbahaya karena akan sulit dikendalikan.

Percuma mengharapkannya jika dia sendiri tak tau kamu siapa?

Advertisement

2. Jika dia sudah datang, bagaimana agar dia tidak hilang?

Tuhan tak pernah terlambat dan terburu-buru karena Tuhan tahu kapan waktu yang terbaik tuk menolong. Hidup terlalu singkat hanya tuk diisi dengan kegalauan. Dia meninggalkanmu? Cari penggantinya. Membuatnya menangis sejenak karena jujur lebih baik daripada dia membencimu selamanya karena mengetahui kebohonganmu.

Tak perlu mencari yang sempurna tuk dicintai karena yang mencintaimu sanggup membuatmu menjadi sempurna. Mereka berhak berkomentar dan kamu juga berhak mengabaikan komentar mereka. Rencana butuh aksi. Cinta butuh pengenalan lebih dalam. Niat tak pernah cukup tanpa tindakan.

Seringkali yg memperumit suatu keadaan adlh kita sendiri. Padahal faktanya.. sebagian besar kekhawatiran itu tidak akan terjadi. Kepercayaan terbentuk oleh relasi yang baik dan waktu yang cukup. Terkadang orang yang kita tidak anggap tak peduli, nyatanya lebih peduli dari apa yang kita tidak pikirkan sebelumnya. Kekecewaan adalah ujian untuk naik kelas di sekolah terbaik di dunia ini yaitu sekolah kehidupan.

3. Belajar jatuh cinta dan patah hati berkali kali

Mungkin kau benar, saat ini aku hanya sedang berpura-pura kuat melalui hari tanpamu. Namun, pahamilah, aku memang sudah memilih jalan melupakanmu. Pelan-pelan, semua perasaan itu akan menghilang. Dan tidak akan pernah lagi kubiarkan kau pulang untuk mengulang. Keputusan ini memang teramat berat.

Aku harus menjadi orang yang paling kuat. Pada saat yang sama, aku begitu lemah setelah semuanya kau buat patah. Semua harapan yang pernah kubangun kau urai dan berderai. Berkeping-keping menjadi luka-luka yang setiap saat terasa menyiksa. Dengan sisa-sisa semangat, aku mencoba kembali bangkit. Sebab hidup terlalu sia-sia dihabiskan dengan rasa sakit.

Aku kira patah hati tak pernah mampu membuatku jatuh cinta lagi. Sebab, begitu banyak doa yang kupercaya menjadi percuma. Namun aku salah. Waktu memberi penjelasan atas segalanya, bahwa secinta apa pun aku dulu kepadamu. Pada akhirnya, orang yang melukai tak selayaknya diperjuangkan lagi.

Setelah patah hati dan lelah yang panjang, aku paham, cinta baru selalu akan datang.  Meski patah hati bisa saja terulang. Tidak ada alasan untuk tidak bahagia. Itulah mengapa setiap orang patah hati tetap harus belajar membuka hatinya.

Sejujurnya, saya pernah berada pada fase mencintai sepenuhnya. Ingin memiliki seutuhnya, selamanya. Saya lupa, ada hal yang lebih kuat dari saya. Ada Maha Perencana yang lebih hebat dari rencana saya. Dan sungguh menyedihkan, hampir 3 hari saya tidak makan.

Patah hati. Sekolah berantakan. Orang tua saya marah. Hingga akhirnya, saya belajar satu hal. Di dunia ini memang tidak ada yang bisa kita miliki sepenuh hati, meski kita bisa saja mencintainya sepenuhnya. Dan saat mencintai seseorang, ada hal yang harus kita terima nanti. Melepaskan atau dilepaskan paksa.

 

#perbaiki diri, pantaskan diri, hanya untuk berbaik sangka#