Hutan Sibolangit, di Sumatera Utara menyajikan kesejukan udara segar khas hutan tropis. Sibolangit juga menyimpan berbagai keelokan romansa alam yang luar biasa. Hutan belantara yang masih asli, tebing-tebing terjal, bebatuan dengan lumut hijau yang menempel, ditambah dengan gemuruh air terjun Dwi Warna.

Plesirku ke lokasi ini merupakan petualangan sebagai obat untuk kerinduan suasana alam terbuka dengan keheningan khas hutan belantara.

Saya bersama teman-teman beberapa waktu lalu memiliki pengalaman menarik dan berharga sewaktu melakukan petualangan di hutan Sibolangit menuju air terjun Dwi warna. Kami petualangan dari posko Dwi warna dengan membayar tiket izin masuk dengan harga Rp. 22.500 tiap orang. Menuju Sibolangit dari kota Medan dapat ditempuh sekitar dua jam perjalanan dengan menggunakan transportasi umum atau kendaraan pribadi.

Dari pintu rimba kita memulai tracking, berjalan menyusuri hutan penuh kerumunan pepohonan. Di sepanjang perjalanan menuju lokasi air terjun Dwi Warna, kita bisa menemukan berbagai jenis-jenis tumbuhan khas hutan Sibolangit. Menyusuri hutan menuju titik air terjun, kita juga harus menyeberangi beberapa kali arus sungai yang penuh dengan bebatuan berlumut.

Kami harus berpegangan tangan satu dengan yang lain supaya tidak terjatuh ketika menyeberangi arus sungai yang licin tersebut. Jalur yang harus kita tempuh juga tergolong terjal selain itu jalur juga dipenuhi akar-akar dari pohon-pohon yang menjulang tinggi.

Advertisement

Di beberapa titik kami juga harus berpegangan erat pada tali yang telah diikat pada pohon untuk menuruni jalur terjal.

Menempuh perjalanan sekitar tiga jam dari posko, akhirnya kami tiba juga di air terjun Dwi warna. Suara gemuruh air terdengar jelas, hawa dingin dan sejuk terasa nikmat setiba dibawah air terjun ini. Rasa letih selama perjalanan menghilang dengan sendirinya setelah menceburkan tubuh di hamparan air terjun tersebut.

Air terjun Dwi warna berwarna biru muda, hal ini disebabkan aliran airnya bercampur dengan adanya kandungan fosfor dan belerang.

Di depan air terjun Dwi warna ini tedapat juga air terjun di depannya dan saling berhadapan tapi ketinggian air terjun kedua lebih pendek dan berwarna seperti air biasa. Hal unik yang saya temukan di sini yaitu sewaktu saya pertama mandi di air terjun yang berwarna biru itu dengan air yang sangat dingin, kemudian pindah ke aliran air terjun kedua yang berwarna seperti air biasa, badan saya terasa hangat.

Menurut pemandu dan penjaga posko, hal tersebut karena air terjun yang bersumber dari letusan gunung sibayak ini membentuk aliran sungai yang dialiri belerang yang kemudian bersatu dengan resapan air hutan. Dengan begitu air menjadi terasa dingin dan berwarna biru.

Menurut beberapa sumber, air terjun ini dingin dan berwarna biru karena adanya kandungan fosfor dan belerang.

Sewaktu perjalanan pulang dari air terjun Dwi warna ke posko, di tengah perjalanan salah seorang teman saya mengalami kaki keseleo dan tidak bisa jalan kaki. Saya menggendong dia sekitar 30 menit menuju posko. Waaah… tentu ini sebuah pengalaman yang tidak bisa dilupakan. Demikian juga sewaktu Yunita pingsan dan hampir hanyut ketika menyeberangi arus sungai yang cukup deras, beruntung lewat pertolongan teman yang lain Yunita terselamatkan dan dilarikan ke posko.

Sebelum mengakhiri petualangan kami dari hutan Sibolangit, tidak lupa kami mengabadikan moment tersebut dengan mengambil beberapa foto. Mengucap syukur kepada Sang Pencipta dalam hati, atas alam ciptaan-Nya tersebut.

#IniPlesirku, jadi untuk anda yang tertarik dengan petualangan kami serta penasaran dengan air terjun ini, silahkan anda ikuti plesirku membelah belantara hutan sibolangit menuju lokasi air terjun elok ini.

Petualangan selalu menyediakan pengalaman baru untuk kita kenang, tapi itu semua tergantung bagaimana kita memaknainya dan menikmati petualangan tersebut.