Pada Jumat, 18 November 2016, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Undip bekerjasama dengan Arla’s Konveksi Semarang mengadakan seminar di bidang digitalpreneur. Memilih pelajar SMA sebagai target utamanya, acara ini bertujuan untuk mempersiapkan anak muda untuk bersaing di dunia digital.

Diikuti oleh 60 peserta, kegiatan ini berlangsung dengan antusiasme peserta yang tinggi. Mengangkat tema “Be Creativepreneur with Arla’s” mahasiswa Ilmu Komunikasi Undip bertujuan untuk memberikan edukasi kepada siswa-siswi SMA tentang bagaimana menghasilkan uang di dunia digital guna menyikapi bonus demografi pada tahun 2020.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi seputar videography oleh pembicara dari Chief Marketing Officer Unearth Creative Studio, Nafisa Adina. Seminar ini juga mendatangkan Wakil Ketua WPAP Community Chapter Semarang, Jaka Saputra, yang menyampaikan materi tentang desain grafis.

Meskipun masih berstatus mahasiswa, Nafisa dan rekan-rekannya telah banyak mengeluarkan karya di ajang perlombaan dan sering di kontrak untuk membuat video atau film pendek, baik dari kalangan pelajar, mahasiswa, maupun umum. Perempuan berkerudung ini menerangkan bahwa dalam membuat videography, kita harus mengetahui dan memahami kegemaran dan passion diri. Buat konten yang sesuai dengan apa yang kita sukai. Misal Crafting, Traveling, Makeup, dan lain-lain. “Love everything You do,” ungkapnya. Tak lupa, di tengah presentasi, Nafisa memutarkan salah satu contoh video karya Unearth Creative Studio.

Banyak peserta yang antusias bertanya mengenai tips videografi dan Nafisa pun tak sungkan untuk berbagi pengalaman-pengalamannya selama bergabung dengan Unearth Creative Studio. Beberapa peserta bahkan bertukar kontak dengan Nafisa untuk bertanya lebih lanjut tentang pengalamannya.

Advertisement

“Setelah ikut seminar ini saya mendapatkan banyak hal baru dari materi yang dibagikan oleh kakak-kakak pembicara. Saya juga ingin ilmu yang sudah saya dapat tadi bisa bermanfaat untuk saya kedepannya,” jelas Riko, salah satu siswa SMA Kristen Terang Bangsa.