Aku mulai tulisan ini dengan menanyakan satu hal kepadamu: Di manakah kamu sekarang?

Bukankah ini kalimat yang klise? Sebuah kalimat yang sering kali diutarkan oleh banyak orang sampai pada akhirnya kehilangan makna dasarnya. Meskipun klise, namun kalimat inilah yang bisa menggambarkan keresahan yang mendalam pada diriku. Mungkin kedengarannya seperti pertanyaan cinta-cintaan, tapi aku ingin meyakinkanmu bahwa ini hanyalah sebuah pemikiran yang lebih simple dari percintaan.

Tulisan sederhana ini menggambarkan keresahanku akan khayalan. Aku rasa setiap orang di dunia ini pasti pernah berkhayal, entah itu khayalan baik ataupun buruk. Menurutku, setiap khayalan berasal dari keinginan seseorang untuk mendapatkan hal yang lebih dari apa yang dimilikinya sekarang ini. Namun, aku juga tahu bahwa terkadang khayalan hanyalah media untuk lari dari kenyataan.

Bagaikan seorang anak kecil membayangkan ladang yang indah di dalam benaknya ketika dirinya berada di dalam hutan belantara dengan berbagai ancaman disekitarnya. Ya, anak itu ingin mendapatkan keadaan yang lebih baik dari keadaannya yang sekarang. Mungkin anak itu akan merasa senang dan bahagia dalam benaknya, namun apakah dia bisa mengatasi masalah yang ada disekitarnya? Anak itu bisa berlari dari kenyataan, namun apakah ia ingin terus berlari tanpa berhenti? Apakah ia tidak ingin mencari ladang indah di luar benaknya? Menurutku anak itu dapat merasa nyaman, namun aku yakin ia dapat mencari kenyamanan yang lebih lagi ketika ia kembali ke kenyataan.

Ya, khayalan bisa membuatmu terbang tinggi ke awan dan melihat indahnya dunia dalam benakmu. Namun, apakah kamu hanya ingin melihatnya dalam benakmu? Apakah kamu ingin selamanya tersesat di hutan belantara ditemani oleh khayalanmu? Khayalan memang bisa membuatmu nyaman. Tapi, aku sarankan padamu untuk tidak menjadi terlalu nyaman pada khayalan. Akan sarankan padamu untuk pergi ke kenyataan dan mencari kenyamanan yang kamu temukan dalam khayalanmu.

Advertisement

Apakah khayalan terlihat begitu buruk sekarang? Tidak, khayalan bukanlah sesuatu yang buruk. Khayalan dapat memotivasimu untuk mendapatkan yang lebih baik lagi. Namun, aku hanya ingin mengingatkanmu untuk kembali ke kenyataan dan mewujudkan khayalanmu. Aku tahu terkadang kenyataan lebih menakutkan dari khayalan. Aku tahu khayalan akan jauh lebih indah dari apa yang ada di kenyataan. Tapi aku juga tahu bahwa kalau kamu kembali pada kenyataan, maka kamu dapat mewujudkan khayalanmu di dunia nyata. Untuk terakhir kalinya, aku ingin menanyakan kepadamu sekarang, dimanakah kamu sekarang? Apakah kamu di dunia khayalan atau di dunia nyata?