Di awal kita bertemu semua biasa saja, bahkan tidak ada yang spesial. Namun, tepat 28 hari pertemuan kita semua berubah, tatapanmu di malam itu begitu menyejukkan, hingga kamu memberanikan diri menggenggam tanganku tanpa seucap katapun, dan aku hanya bisa diam, antara bingung, malu, dan aku tidak tau harus berbuat apa, karena pada saat itu yang aku tahu tatapanmu begitu tulus dan perhatianmu begitu luar biasa. Seiring berjalannya waktu, aku memutuskan untuk memilihmu, tak ada lagi kata singgah di hati yang lain, karena aku percaya kamulah rumah tujuanku.

Darimu aku belajar kesederhanaan

Banyak orang bertanya mengapa aku memilihmu? Kenapa bukan dia? Kenapa bukan ini? Kenapa bukan itu? Bahkan kamupun sering bertanya mengapa aku memilihmu, jawabannya tetap sama, karena hati yang telah memilih, dan aku tidak pernah tau apa alasannya. Sosokmu begitu berbeda dari mereka yang pernah singgah di hatiku, kamu hadir dengan kesederhanaanmu. Darimu aku belajar bahwa hidup itu tidak melulu tentang menikmati apa yang kita punya, memanjakan diri, dan berfoya-foya, tapi hidup itu harus berjuang, berproses, dan mensyukuri apa yang ada, kerena roda kehidupan selalu berputar, mungkin hari ini aku dengan mudahnya mendapatkan ini dan itu, namun esok belum tentu, sehingga kesederhaaan adalah sebuah pilihan bagaimana menghargai hidup.

Sebuah hubungan tak seindah drama korea, atau tak semanis cerita di novel, tapi hubungan adalah tentang sebuah perjuangan

Mengenalmu membuatku mengerti indahnya berjuang, jelan yang kita tempuh tak mudah, bahkan sesekali aku ingin kembali, namun aku selalu teringat dengan kata yang kamu ucapkan "jika kamu sudah memilih, maka bertanggung jawablah, hadapi apapun resikonya", kata-kata itu selalu membuatku bangkit untuk melanjutkan perjalanan kita. Tapi percayalah kamu, aku tidak pernah menyesal atas pilihanku, sesakit, sepahit apapun yang aku alami, aku tetap menerjemahkannya sebagai buah dari pilihan yang manis. Bersamamu aku mengerti bahwa cinta itu buka hanya sekedar senyum, tawa, bahagia, namun cinta itu belajar bagaimana kita harus berjuang, bagaimana kita harus ikhlas, sabar, dan bagaimana kita mempertahankan apa yang sudah menjadi pilihan.

Advertisement

Untukmu aku sampaikan banyak terima kasih, perjalanan kita telah mengajarkan aku untuk menjadi wanita yang kuat, dan sekali lagi aku tidak pernah menyesal memilihmu.

Mengenalmu membuatku semakin percaya bahwa ikhtiar itu sangat penting, namun tawakal wajib

Dari kisah kita aku sepenuhnya sadar, aku harus berjuang mempertahankan pilihanku, namun aku semakin percaya Qoda' dan Qodar itu ada, percuma aku berjuang keras mempertahankan, ketika Allah tidak merestai hubungan ini,maka kita akan berpisah, dan seberat apapun masalah yang kita hadapi jika namamu yang tertulis di Lauhul Mahfudz untukku, maka kita akan tetap bersama. Saat ini hanya pada-Nya aku memintamu, kamu sudah menjadi bagian dalam doa-doaku, dan kamu yang selalu aku semogakan. terahir untukmu lagi dan lagi percayalah karena aku tidak pernah menyesal memilihmu.

#A