Sahabat, hari ini saya melihat dan merasakan perubahan peradaban dan kemajuan zaman berdampak besar untuk negara Indonesia. Ada yang positif, ada juga yang berdampak negatif. Saya mendukung kok setiap kemajuan ilmu pengetahuan, saya mendukung setiap kreatifitas anak bangsa asalkan jika itu memberi nilai positif untuk semua orang.

Yuk kita flashback ke bulan-bulan kemarin dan tiga tahun belakangan, mulai dari tingkat kejahatan yang meningkat, perilaku sex bebas yang merajalela dikalangan anak muda Indonesia, sampai perkara moral dimana orang tua membunuh anaknya bahkan sebaliknya. Belum lagi masalah kancah politik di Negeri ini yang menurut saya semakin gak karuan aturan mainnya. Ada lagi masalah issu SARA yang terkesan dibuat-buat berdampak menyudutkan, memperolok, menghina dan menjatuhkan nama bangsanya sendiri. Belum lagi Anak-anak SD yang sudah jago main "BIGO", anak SMP yang udah bisa "jual badan" dengan modal LIPSTIK TERANG MENYALA ala anak-anak kekinian katanya, dan anak SMA yang "pinter" jadi "mainan" Om-Om demi "gadget kekinian" yang harganya belasan hingga puluhan juta.

Sorotan saya yang lain adalah tentang pergaulan anak mahasiswi yang jadi "simpenan" suami orang lain, anak remaja Indonesia yang tertular AIDS semakin bertambah, anak-anak muda yang jago ngerokok atau ngobat termasuk hal ikut-ikutan berdemo ke jalanan tanpa paham esensi dari demo tersebut. Nah, belum lagi kasus anak SMP yang menggunakan akun sosial medianya untuk menghina orangtua kandungnya, atau masalah sosial media yang dijadikan tempat atau wadah untuk melakukan hal-hal yang menurut saya itu tidak berguna.

Sahabat, dulu hingga hari ini ketika saya mendengar lagu Indonesia Raya ditelinga, degup jantung saya langsung berdebar cepat, ketika saya menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan suara saya, aliran darah saya serasa memberikan kehangatan dan kekuatan yang luar biasa untuk mencintai Negeri ini, dan ketika saya memberikan penghormatan kepada Bendera merah Putih mata saya berkaca-kaca terharu betapa bersyukurnya saya bisa mengecap kemerdekaan yang indah hingga hari ini.

Jadi, mengapa mesti harus ada orang-orang yang hidup di tanah ibu pertiwi ini yang melarang generasi muda bangsa memberikan penghormatan untuk Bendera Negaranya? Mengapa mesti harus ada generasi muda yang tidak mau peduli akan sejarah bangsanya? Mengapa mesti generasi muda lupa dan tidak peka akan rasa Nasionalis-nya? Mengapa kita yang adalah orang tua dari penerus bangsa tidak tegas bersikap untuk sama-sama bergandengan tangan memperbaiki diri, membenahi diri, memotivasi nilai-nilai positif untuk anak-anak kita kelak?

Advertisement

Kalau mau dikaji, banyak sekali dampak negatif dari kemajuan peradaban yang keblinger. Beberapa yang saya sebutkan tadi adalah gambaran kecil bukti bahwa Generasi Muda kita tidak lagi mengindahkan nilai-nilai positif yang ada dalam norma Agama, Norma Sosial, Norma Kesopanan, dan Norma Bercermin Diri.

Saya berpikir, mengapa Tuhan menciptakan Indonesia dengan dikelilingi perairan dan kepulauan, mungkin salah satu alasannya adalah agar kita tetap ingat bahwa air dapat memantulkan gambar diri kita, hal ini mengingatkan agar kita selalu dapat bercermin, mawas diri dan mengingat kebesaran Tuhan. Ya, semua Warga Negara Indonesia harus mau bercermin diri.

Bukan porsi kita untuk saling menyalahkan, untuk saling menjatuhkan, untuk saling manghakimi sesama kita. Itu porsi TUHAN. Bukan porsi kita untuk menyatakan diri kita yang paling benar, diri kita yang paling mulia, atau diri kita yang paling bersih, itu juga porsinya Tuhan.

Sahabat, saya mengajak kita semua untuk merefleksikan diri, bercermin diri. Sudahkan yang kita pikirkan benar? Sudahkah yang kita lakukan tepat? Sudahkan yang kita ucapkan baik? Kita semua Warga Negara Indonesia terlahir di tanah Ibu Pertiwi, dianugerahkan oleh Tuhan sebuah ikatan "PERSATUAN & KESATUAN" bukan kebencian atau perpecahan, kita warga negara Indonesia lahir dan mewarisi tanah pusaka milik Ibu Pertiwi, sudah sepantasnya kita jaga, kita pelihara, kita pertahankan, kita perjuangkan.

Tugas kita masih panjang, tapi mari kita mulai dari hari ini dengan menyebarkan nilai-nilai positif dan mengajarkan genersai muda bersikap dan bertindak positif untuk masa depan Indonesia yang lebih baik. Generasi Muda adalah aset bangsa, kita semua adalah cerminan dari genggaman tali persatuan bangsa. Saya mengajak sahabat semua untuk bersatu, bersama kita membangun bangsa, saling mengingatkan, saling toleransi, saling menghargai, saling menghormati karena apa yang kita bagikan hari ini adalah "benih" yang baik untuk generasi kita selanjutnya. Terus sebar "benih unggul" agar generasi penerus bangsa menjadi aset-aset istimewa untuk membangun negeri.

Saya, kamu, anda, kalian, dan kita semua punya satu CERMIN yang sama, CERMIN dari Ibu Pertiwi. Cermin persatuan dan kesatuan, Cermin Kebahagiaan Indonesia, Cermin Kemerdekaan selamanya, Cermin Kemajuan Bangsa, Cermin Toleransi yang Murni, Cermin Keutuhan terbaik yang dianugerahkan Tuhan untuk kita. Kedepan, mari kita sama-sama memperbaiki diri, membenahi setiap belokan kehidupan kita, menata ruang hidup bermasyarakat, menata ruang hidup berbangsa dan bernegara agar lebih apik dan cantik lagi. Saya bangga menjadi generasi muda Indonesia, yuk, kita memantaskan diri untuk kehidupan di bumi yang lebih harmonis.

Salam Damai.