berdamai dengan hati, itu yang saat ini sedang aku coba, itu yang saat ini sedang aku latih, sudah tidak ada lagi kata kita dalam kamus hidupmu, meski itu adalah harapan terbesar yang aku harapkan, meski tetes air mata ini mengalir, tak sanggup meluluhkan hati mu yang memang beku.

jantung hatiku masih tetap berdetak kencang setiap kali tak sengaja bertemu denganmu. Wajahku masih bersemu merah setiap kita bertemu, entah terbuat dari apa sebenarnya hati kita, kenapa begitu berbeda.

Aku yang selalu meminta maaf, meski salah ada didirimu, aku yang memulai kata meski kau hanya diam membisu, aku yang berusaha keras mencoba untuk menguatkan hubungan ini, tapi kau hanya diam, selalu keras seperti batu.

Kita yang sama-sama egois, tak mampu tuk disatukan. Kini saatnya bagiku untuk berdamai dengan hati. Melupakan kamu, mengikhlaskan kamu, saatnya bagiku membuka lembaran baru tanpa dirimu