Banyak orang yang suka mengatakan untuk mempunyai mimpi setinggi langit. Banyak orang tua yang mengajarkan anaknya untuk mempunyai mimpi atau cita-cita yang besar, bahkan orang tuanya sendiri sebenarnya mengharapkan sesuatu yang besar terhadap anaknya. Tanpa disadari hal tersebut dapat membuat anak-anak sejak kecil terbiasa untuk bermimpi setinggi-tingginya atau melakukan sesuatu agar dilihat oleh orang lain, sehingga ketika dewasa banyak orang yang cenderung berusaha untuk melakukan sesuatu yang besar.

Berusaha untuk melakukan sesuatu agar hasilnya dapat terlihat jelas. Tidak sedikit orang yang mementingkan hasil dibandingkan proses-proses yang terjadi. Tidak sedikit orang yang meremehkan orang lain yang melakukan sesuatu tanpa hasil yang pasti atau jika hasilnya menurut mereka kecil dan cenderung tidak menghasilkan. Sebagai contoh, tidak sedikit orang tua yang berharap anaknya menjadi pekerja kantoran atau PNS karena cenderung mempunyai hasil yang pasti dan tetap atau tidak sedikit orang yang meremehkan orang yang pekerjaan menjadi asisten rumah tangga, pekerjaan sosial, supir, cleaning service, dsb.

Beberapa waktu yang lalu juga sempat dihebohkan dengan artikel pengakuan orang-orang yang ingin segera “naik level” dengan berusaha bergaul dengan orang-orang atas walaupun harus mengorbankan banyak hal. Seolah-olah menjadi sesuatu yang “besar” dan “tinggi” adalah hal yang penting. Jika tidak berhasil mencapainya, maka tidak begitu berharga. Jika tidak mempunyai mimpi yang tinggi maka tidak begitu berarti dan jika ingin mencapai mimpi yang tinggi, maka harus melakukan sesuatu yang besar dan tinggi juga. Padahal, tanpa ada bibit atau biji, maka tidak akan ada pohon yang besar.

Terkadang banyak orang yang meremehkan orang-orang yang sedang berusaha dari bawah untuk merintis sesuatu, padahal setiap orang dewasa perlu dan pasti melewati tahap menjadi bayi terlebih dahulu. Tidak ada orang yang tidak melewati proses menjadi bayi terlebih dahulu sebelum menjadi orang dewasa.

Banyak orang mungkin merasa bahwa bayi itu lemah, tidak berdaya, dan tidak bisa apa-apa, akan tetapi bukan berarti tahap tersebut tidak penting, bahkan mungkin sebenarnya penting dalam tahap perkembangan seseorang. Banyak artikel yang menyatakan bahwa bayi atau batita merupakan masa golden age pada seseorang, sehingga banyak orang tua yang ingin memaksimalkannya dengan baik. Jika sewaktu kecil, seseorang sering mengalami panas yang tinggi hingga step atau polio, maka tidak menutup kemungkinan bahwa anak tersebut dapat cacat seumur hidup dan secara otomatis dapat mempengaruhi kehidupan anak tersebut kelak.

Advertisement

Seorang anak juga harus mengikuti setiap tahap-tahap dalam fase hidupnya, misalnya harus dapat tengkurap, mengangkat kepala, merangkat, atau berjalan. Jika setiap tahap yang mungkin menurut orang dewasa tahap kecil atau mudah tersebut tidak terpenuhi maka juga akan mempengaruhi anak tersebut ketika dewasa. Beberapa dosen pernah mengatakan bahwa jika anak tidak dibiasakan untuk merangkak ketika kecil dan langsung berjalan, maka biasanya anak kemungkinan akan sering jatuh ketika dewasa (seperti tidak seimbang) atau sulit membedakan antara kiri dan kanan. Jika bayi merupakan tahap penting yang harus dilalui untuk menjadi orang dewasa, begitu juga tahap-tahap kecil yang diambil untuk mencapai cita-cita atau impian yang besar.

Banyak orang sukses yang harus memulai dari titik terendah atau nol terlebih dahulu sebelum bisa menjadi sukses. Justin Bieber sebelum menjadi artis terkenal seperti sekarang, pernah menjadi artis jalanan terlebih dahulu. Kolonel Sanders, pendiri KFC, sebelum sukses mendirikan KFC seperti sekarang pernah menjadi kuli hingga tukang parkir terlebih dahulu.

Menteri Susi sebelum menjadi pengusaha sukses dan menteri seperti sekarang, pernah harus menjadi pedangang keliling terlebih dahulu dan masih banyak kisah orang-orang sukses yang harus memulai dari bawah terlebih dahulu. Pada saat mereka berada pada titik rendahnya mereka, mungkin banyak orang yang tidak terlalu mengindahkan mereka, bahkan mungkin banyak yang mencemooh dan tidak memandang mereka. Akan tetapi, ketika mereka sudah menghasilkan sesuatu (sukses) baru banyak orang yang memandang dan menghormati mereka. Padahal, mungkin jika mereka tidak melakukan hal-hal kecil tersebut mereka tidak bisa menjadi seperti sekarang.

Jika Justin Bieber tidak menjadi artis jalanan, mungkin tidak akan ada orang yang menemukan dan mengorbitnya menjadi artis. Jika menteri Susi tidak berdagang keliling menjajakan dagangannya, mungkin ia tidak mempunyai ide untuk menjadi pebisnis yang bergerak di bidang perikanan. Jika Kolonel Sanders tidak menjadi kuli dan tukang parkir mungkin ia tidak akan bisa membuka KFC karena tidak mempunyai uang untuk bertahan hidup. Beberapa orang juga bekerja sebagai asisten rumah tangga, pedangan asongan, dsb sambil kuliah, agar bisa memenuhi cita-citanya menjadi sarjana.

Bagi orang-orang tertentu, mungkin hal yang mereka lakukan terlihat kecil dan tidak berarti tapi sebenarnya hal yang mereka lakukan penting untuk orang lain. Tidak sedikit orang yang menganggap bahwa pekerjaan sebagai asisten rumah tangga adalah pekerjaan yang tidak terlalu penting, bahkan tidak sedikit anak-anak yang sudah terbiasa mempunyai asisten rumah tangga memperlakukan asisten rumah tangganya dengan tidak baik.

Tidak sedikit yang menganggap bahwa mereka lebih baik dari asisten rumah tangga tersebut dan sudah sewajarnya jika asisten rumah tangga tersebut melakukan yang mereka suruh, karena mereka sudah membayar asisten rumah tangga tersebut. Padahal, jika asisten rumah tangga tersebut tidak ada, maka belum tentu pekerjaan rumahnya dapat terselesaikan semuanya. Banyak orang yang merasa kerepotan mengurus rumah ketika asisten rumah tangga mereka pulang kampung, bahkan ada beberapa yang memilih menginap di hotel.

Hal tersebut memperlihatkan bahwa pekerjaan yang mereka lakukan sebenarnya juga penting. Jika tidak ada mereka, mungkin pekerjaan rumah tangga tidak akan terselesaikan dengan baik dan tidak menutup kemungkinan bahwa hal tersebut juga dapat menyebabkan pertengkaran antara suami istri. Begitu juga dengan pekerjaan lainnya, seperti kuli bangunan. Jika tidak ada kuli bangunan, maka tidak ada yang membantu membangun rumah.

Beberapa orang mungkin berpendapat bahwa kuli bangunan atau asisten rumah tangga mudah untuk dicari atau didapat, sehingga jika tidak sesuai yang diharapkan, mereka dapat (dengan mudah) mencari yang lain. Akan tetapi, jika mereka sedang tidak mempunyai asisten rumah tangga atau kuli dan tidak segera menemukan atau menemukan yang tidak cocok, tidak sedikit orang juga yang mengeluh dan mulai merasa pusing atau stress, serta uring-uringan. Hal tersebut semakin memperlihatkan bahwa pekerjaan yang mereka lakukan juga sebenarnya penting.

Oleh karena itu, sebenarnya tidak ada hal yang lebih penting dibanding hal yang lainnya, hal-hal yang terlihat kecil dan mudah belum tentu kalah penting dibandingkan hal yang terlihat besar. Setiap hal, baik itu besar atau kecil mempunyai porsinya masing-masing yang sebenarnya ada untuk saling melengkapi. Banyak hal-hal besar terbentuk karena dimulai dari hal-hal yang kelihatannya kecil dan tidak berarti. Untuk dapat membentuk uang satu juta, maka diperlukan uang seratus perak. Jika kurang uang seratus perak saja, maka tidak akan bisa terbentuk uang satu juta.

Banyak orang yang suka mengatakan untuk mempunyai mimpi setinggi langit. Banyak orang tua yang mengajarkan anaknya untuk mempunyai mimpi atau cita-cita yang besar, bahkan orang tuanya sendiri sebenarnya mengharapkan sesuatu yang besar terhadap anaknya. Tanpa disadari hal tersebut dapat membuat anak-anak sejak kecil terbiasa untuk bermimpi setinggi-tingginya atau melakukan sesuatu agar dilihat oleh orang lain, sehingga ketika dewasa banyak orang yang cenderung berusaha untuk melakukan sesuatu yang besar.

Berusaha untuk melakukan sesuatu agar hasilnya dapat terlihat jelas. Tidak sedikit orang yang mementingkan hasil dibandingkan proses-proses yang terjadi. Tidak sedikit orang yang meremehkan orang lain yang melakukan sesuatu tanpa hasil yang pasti atau jika hasilnya menurut mereka kecil dan cenderung tidak menghasilkan. Sebagai contoh, tidak sedikit orang tua yang berharap anaknya menjadi pekerja kantoran atau PNS karena cenderung mempunyai hasil yang pasti dan tetap atau tidak sedikit orang yang meremehkan orang yang pekerjaan menjadi asisten rumah tangga, pekerjaan sosial, supir, cleaning service, dsb. Beberapa waktu yang lalu juga sempat dihebohkan dengan artikel pengakuan orang-orang yang ingin segera “naik level” dengan berusaha bergaul dengan orang-orang atas walaupun harus mengorbankan banyak hal. Seolah-olah menjadi sesuatu yang “besar” dan “tinggi” adalah hal yang penting.

Jika tidak berhasil mencapainya, maka tidak begitu berharga. Jika tidak mempunyai mimpi yang tinggi maka tidak begitu berarti dan jika ingin mencapai mimpi yang tinggi, maka harus melakukan sesuatu yang besar dan tinggi juga. Padahal, tanpa ada bibit atau biji, maka tidak akan ada pohon yang besar.

Terkadang banyak orang yang meremehkan orang-orang yang sedang berusaha dari bawah untuk merintis sesuatu, padahal setiap orang dewasa perlu dan pasti melewati tahap menjadi bayi terlebih dahulu. Tidak ada orang yang tidak melewati proses menjadi bayi terlebih dahulu sebelum menjadi orang dewasa. Banyak orang mungkin merasa bahwa bayi itu lemah, tidak berdaya, dan tidak bisa apa-apa, akan tetapi bukan berarti tahap tersebut tidak penting, bahkan mungkin sebenarnya penting dalam tahap perkembangan seseorang. Banyak artikel yang menyatakan bahwa bayi atau batita merupakan masa golden age pada seseorang, sehingga banyak orang tua yang ingin memaksimalkannya dengan baik.

Jika sewaktu kecil, seseorang sering mengalami panas yang tinggi hingga step atau polio, maka tidak menutup kemungkinan bahwa anak tersebut dapat cacat seumur hidup dan secara otomatis dapat mempengaruhi kehidupan anak tersebut kelak. Seorang anak juga harus mengikuti setiap tahap-tahap dalam fase hidupnya, misalnya harus dapat tengkurap, mengangkat kepala, merangkat, atau berjalan. Jika setiap tahap yang mungkin menurut orang dewasa tahap kecil atau mudah tersebut tidak terpenuhi maka juga akan mempengaruhi anak tersebut ketika dewasa.

Beberapa dosen pernah mengatakan bahwa jika anak tidak dibiasakan untuk merangkak ketika kecil dan langsung berjalan, maka biasanya anak kemungkinan akan sering jatuh ketika dewasa (seperti tidak seimbang) atau sulit membedakan antara kiri dan kanan. Jika bayi merupakan tahap penting yang harus dilalui untuk menjadi orang dewasa, begitu juga tahap-tahap kecil yang diambil untuk mencapai cita-cita atau impian yang besar.

Banyak orang sukses yang harus memulai dari titik terendah atau nol terlebih dahulu sebelum bisa menjadi sukses. Justin Bieber sebelum menjadi artis terkenal seperti sekarang, pernah menjadi artis jalanan terlebih dahulu. Kolonel Sanders, pendiri KFC, sebelum sukses mendirikan KFC seperti sekarang pernah menjadi kuli hingga tukang parkir terlebih dahulu. Menteri Susi sebelum menjadi pengusaha sukses dan menteri seperti sekarang, pernah harus menjadi pedangang keliling terlebih dahulu dan masih banyak kisah orang-orang sukses yang harus memulai dari bawah terlebih dahulu.

Pada saat mereka berada pada titik rendahnya mereka, mungkin banyak orang yang tidak terlalu mengindahkan mereka, bahkan mungkin banyak yang mencemooh dan tidak memandang mereka. Akan tetapi, ketika mereka sudah menghasilkan sesuatu (sukses) baru banyak orang yang memandang dan menghormati mereka. Padahal, mungkin jika mereka tidak melakukan hal-hal kecil tersebut mereka tidak bisa menjadi seperti sekarang. Jika Justin Bieber tidak menjadi artis jalanan, mungkin tidak akan ada orang yang menemukan dan mengorbitnya menjadi artis.

Jika menteri Susi tidak berdagang keliling menjajakan dagangannya, mungkin ia tidak mempunyai ide untuk menjadi pebisnis yang bergerak di bidang perikanan. Jika Kolonel Sanders tidak menjadi kuli dan tukang parkir mungkin ia tidak akan bisa membuka KFC karena tidak mempunyai uang untuk bertahan hidup. Beberapa orang juga bekerja sebagai asisten rumah tangga, pedangan asongan, dsb sambil kuliah, agar bisa memenuhi cita-citanya menjadi sarjana.

Bagi orang-orang tertentu, mungkin hal yang mereka lakukan terlihat kecil dan tidak berarti tapi sebenarnya hal yang mereka lakukan penting untuk orang lain. Tidak sedikit orang yang menganggap bahwa pekerjaan sebagai asisten rumah tangga adalah pekerjaan yang tidak terlalu penting, bahkan tidak sedikit anak-anak yang sudah terbiasa mempunyai asisten rumah tangga memperlakukan asisten rumah tangganya dengan tidak baik. Tidak sedikit yang menganggap bahwa mereka lebih baik dari asisten rumah tangga tersebut dan sudah sewajarnya jika asisten rumah tangga tersebut melakukan yang mereka suruh, karena mereka sudah membayar asisten rumah tangga tersebut.

Padahal, jika asisten rumah tangga tersebut tidak ada, maka belum tentu pekerjaan rumahnya dapat terselesaikan semuanya. Banyak orang yang merasa kerepotan mengurus rumah ketika asisten rumah tangga mereka pulang kampung, bahkan ada beberapa yang memilih menginap di hotel. Hal tersebut memperlihatkan bahwa pekerjaan yang mereka lakukan sebenarnya juga penting. Jika tidak ada mereka, mungkin pekerjaan rumah tangga tidak akan terselesaikan dengan baik dan tidak menutup kemungkinan bahwa hal tersebut juga dapat menyebabkan pertengkaran antara suami istri.

Begitu juga dengan pekerjaan lainnya, seperti kuli bangunan. Jika tidak ada kuli bangunan, maka tidak ada yang membantu membangun rumah. Beberapa orang mungkin berpendapat bahwa kuli bangunan atau asisten rumah tangga mudah untuk dicari atau didapat, sehingga jika tidak sesuai yang diharapkan, mereka dapat (dengan mudah) mencari yang lain.

Akan tetapi, jika mereka sedang tidak mempunyai asisten rumah tangga atau kuli dan tidak segera menemukan atau menemukan yang tidak cocok, tidak sedikit orang juga yang mengeluh dan mulai merasa pusing atau stress, serta uring-uringan. Hal tersebut semakin memperlihatkan bahwa pekerjaan yang mereka lakukan juga sebenarnya penting. Oleh karena itu, sebenarnya tidak ada hal yang lebih penting dibanding hal yang lainnya, hal-hal yang terlihat kecil dan mudah belum tentu kalah penting dibandingkan hal yang terlihat besar. Setiap hal, baik itu besar atau kecil mempunyai porsinya masing-masing yang sebenarnya ada untuk saling melengkapi. Banyak hal-hal besar terbentuk karena dimulai dari hal-hal yang kelihatannya kecil dan tidak berarti. Untuk dapat membentuk uang satu juta, maka diperlukan uang seratus perak. Jika kurang uang seratus perak saja, maka tidak akan bisa terbentuk uang satu juta.