Selamat pagi cinta, katamu kala sunrise datang.

Kupalingkan wajah sebentar lalu tersenyum, kemudian menghilang.

Aku memilih beranjak dari depan sosokmu yang mempesona.

Bukan karena apa – apa.

Hanya saja Aku ingin mencinta dengan logika.

Advertisement

Logika sederhana yang tak sempat dirasakan kebanyakan orang.

Mencinta dengan logika.

Mencinta tanpa berlebih, juga berkurang.

Mencinta tanpa candu yang membuat beku.

Tak usah rajin melihat sunrise dan berucap selamat pagi pada kesayanganmu jika urusan mu sendiri pun tak bisa kau selesaikan.

Kala terik tak usah pula harus makan dengan empat mata jika kesibukan menghimpit.

Tak perlu juga candle light dinner romantis jika ibadah malam belum kau kunjungi.

Kadang mencinta memang sesulit itu.

Sulit menakar segala tindak dengan secukupnya.

Karena nafsu berkeliaran dimana – mana dan logika diabaikan begitu saja.