Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca Hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

Sebuah catatan pendek untuk kisah kita yang sangat jauh dari kata percintaan.

Sebuah liku yang aku sembunyikan “Ya” sejenis cinta sepihak yang aku tutup rapat dari siapapun Kecuali Tuhan yang menciptakan rasa ini. Ini terdengar begitu lebay ya ? Aku mencintaimu lebih dari  setahun lamanya, dan kau tak pernah tahu dan jangan pernah tahu!

Betul aku terlalu malu, melihat siapa dirimu, dan siapa aku.. Banyak waktu yang aku luangkan seekadar untuk menjadi Penguntit dimendos, memsatikan dirimu sehat, meemastikan dirimu senag disana, walaupun memang tak selalu seperti itu. Banyak yang aku ingin tanyakan perihal hatimu ? Namun aku cukup sadar siapa aku dalam hidupmu, ya aku hanya Tamu bukan sodara. Aku bukan teman dekat, hanya ade kelas yang jauh dari kata paantas untuk mengenal.


Namun tak salahkan, jika aku menyimpan Rasa yaang kusebut Cinta katanya ??


Advertisement

Keputusanmu yang akan melanjutkan Pendidikanmu membuat aku sangat begitu bangga, ya kamu akan Pergi ke Negara KincirAngin untuk S2 bukan? Itupun aku mendapatkan kabar dari mendosmu, karena aku tahu kau tk mungkin memberi kabar itukan? Kita yang tak mngenal secara dekat.

Mas hanya doa yang aku sanggup aku selesaikan. Selebihnya aku belum berani. Mendoakanmu saja terkadang aku malu, seakan Tengah Mendikte Jodohku yang belum tentu itu kamu, namun semuanya tengah aku perjuangkan meski hanya aku. Jika memang Surat Ini sempat kau baca dan Resapi ya. Namamu masih saja kusebut dalam Sujudku, dalam setiap doaku dean dalam Percakapanku dengan Ibuku walau tak namamu kusebut, namun dalam bayangku ada.

Sehat Sehat ya disana, Kita menatap langit  yang sama, dan kurun waktu yang berbeda..