Dear lelaki yang hingga saat ini masih ku cintai walaupun nyatanya kau telah menyakitiku berulang kali. Terdengar bodoh tapi itulah cinta. Aku terlalu menempatkan hati. Hingga hanya Tuhan yang bisa membolak – balikkan semua. Tapi kenapa hingga sekarang Tuhan masih saja mengabadikan rasa itu. Entahlah, biar Tuhan yang membuka singkap rahasia-Nya.

Aku jatuh hati berulang kali kepadamu. Dan aku juga jatuh sakit tak terhitung lagi berapa kali. Entah kenapa, kesakitan yang telah kau berikan malah membuatku makin mencintaimu. Entahlah, itu namanya apa. Kebodohan atau terlalu cinta?

Dear lelaki yang sekarang telah ikhlas ku lepaskan. Terima kasih atas rasa sakit yang telah kau berikan. Terima kasih karena kau telah berhasil menumbuhkan benih cinta itu kembali. Walaupun nyatanya memang tidak pernah mati. Terima kasih karena akhirnya kau kembali memberikan kenyamanan itu. Kenyamanan yang memang sudah sangat lama ku rindukan. Kenyamanan yang hanya kau sendiri yang bisa memberikannya. Tidak ada seorang pun selain dirimu.

Kau ku lepaskan sekarang. Bukan karena aku membencimu atau bahkan tidak mencintaimu lagi. Tapi lebih karena aku ingin memberimu suatu pelajaran. Hubungan yang kita jalani bukan hubungan yang bisa dianggap layaknya seperti sebuah permainan. Hubungan ini membutuhkan kata “serius” untuk bisa melaju ke impian kita masing – masing. Pergilah sayang, belajarlah banyak hal dan ingat aku di sini masih menunggumu.

Hingga akhirnya kau mengerti apa itu hubungan “serius”, datanglah kembali kepadaku. Bukan datang untuk menjalin kasih kembali tapi datanglah untuk mengambilku. Datanglah kepada kedua orang tua ku dan berkatalah jika kau ingin menjagaku selamanya.

Advertisement

Dear lelakiku, kumpulkanlah semua tekadmu. Hingga engkau siap, kau akan datang menjemputku dengan ikatan suci yang sudah sejak lama ku inginkan. Berkelanalah sayang, hingga kau akhirnya sadar, hanya aku yang tulus mencintaimu. Aku di sini akan selalu menjaga diriku. Tenang, aku akan selalu menjadi diriku yang selama ini kau banggakan.

Berkelanalah sayangku, dan ingat jangan lupa kembali.