Menjadi seorang guru adalah suatu panggilan hidup yang dikhususkan untuk dapat melayani orang-orang yang belum berpengetahuan, baik itu dalam bidang intelektual, emosional dan spiritual. Seorang guru adalah seorang manusia yang mengajar dan juga ikut belajar pada saat ia mengajar. Ilmu pengetahuan itu tidak terbatas, seluruh umat manusia di dunia ini tidak akan pernah berhenti belajar apalagi ia menjadi seorang pengajar.

Sebagian orang mengatakan bahwa mengajar merupakan pekerjaan terbaik yang mereka temui, dan sebagian orang lain lagi mengatakan bahwa mengajar hanyalah beberapa profesi yang dapat menguntungkan dan menghasilkan uang. Tetapi, bagi saya sebagai calon guru kristen yang sejati, mengajar adalah sebuah hobby dan saya merasa tidak akan pernah merasa bosan saat melakukan hobby tersebut.

Menjadi seorang guru tidaklah semudah yang banyak orang lain pikirkan. Ada begitu banyak kesulitan atau yang menjadi tantangan ketika terpanggil menjadi seorang guru. Pertama sekali adalah tentang konsep materi yang akan kita ajarkan nantinya. Sebanyak apapun kita belajar, ilmu pengetahuan dari mata pelajaran yang kita ajarkan selalu saja terbatas dan tidak lengkap.

Pengajaran menuntut penguasaan isi yang selalu tidak dapat diraih oleh para guru. Selain itu, jangankan pelajaran yang akan kita sampaikan, para siswa/i yang kita ajarkanpun lebih banyak dan lebih rumit dibandingkan kehidupan dan pengetahuan itu sendiri untuk dapat menanggapi mereka dengan cerdas dan bijak.

Inilah yang menjadi pergumulan seorang guru, termasuk saya nantinya. Melalui buku panduan yang saya baca bahwa sebenarnya ketika seorang guru ingin menjadi sempurna dengan dapat mengenal siswa/i dan bidang studinya sangatlah bergantung pada pengenalan guru tersebut akan dirinya. Jadi, bagaimana pengenalan saya terhadap diri saya sendiri. Apakah, saya sudah mengenal diri saya sendiri atau masih meraba-raba.

Advertisement

Jika saya tidak bisa mengenal diri saya sendiri terlebih dahulu, bagaimana mungkin saya dapat mengenal siswa/i saya dengan baik. Kita akan merasa lebih nyaman dalam suatu hubungan dengan orang lain, jika terlebih dahulu kita sudah merasa nyaman dengan diri kita sendiri. Ketika saya tidak bisa melihat mereka dengan jelas, maka sampai kapanpun saya tidak akan pernah bisa mengajar mereka dengan baik.

Hal ini adalah salah satu teknik agar seorang guru senantiasa selangkah lebih maju dari siswa. Pengajaran yang baik adalah timbul dari dalam hati itu sendiri yang merupakan cerminan jiwa. Pengetahuan tentang mengenal diri sendiri bukanlah suatu hal yang bersifat egois dan narsistik atau mencintai diri sendiri.

Tetapi pengetahuan apapun mengenai diri sendiri yang kita peroleh sebagai guru, akan sangat bermanfaat bagi siswa dan ilmu pengetahuan yang akan kita ajarkan. Ketika kita dapat mengenal diri kita, maka semangat seorang guru akan tetap terjaga selalu dan dapat melayani siswanya dengan baik. Guru mengasihi para pelajar, menyukai pembelajaran dan kehidupan mengajar itu sendiri.

Di dalam sekolah dan praktek mengajar, para pemerintah memang sudah berusaha sebaik mungkin dalam mereformasi pendidikan melalui kurikulum yang diberlakukan, merevisi bahkan menambahkan isi dalam buku teks pelajaran, bahkan sampai memperbaharui kelayakan program sekolah-sekolah.

Tetapi, sebenarnya yang seharusnya tidak boleh diremehkan adalah sumber daya manusia itu sendiri sebagai pribadi yang mempunyai otoritas dalam mengajar, yaitu guru. Seharusnya, kepribadian individu seorang guru bisa menjadi sebuah topik dalam reformasi pendidikan. Hati manusia merupakan sumber pengajaran yang baik, bagaimanapun metode dan cara kita dalam mereformasi pengajaran itu.

Guru tidak hanya sebatas pengajar yang profesional, tetapi juga sebagai pendidik yang profesional. Mendidik berarti menuntun para siswa dalam suatu perjalanan yang berbeda, yaitu memandang segala sesuatunya dengan cara yang berbeda dan perspektif yang berbeda . Untuk itulah, seorang guru harus juga mampu memandang diri mereka berbeda dari orang-orang biasa. Seorang guru harus mampu mengenal dirinya supaya dapat mengenal sekitarnya dan tidak menjadi yang biasa-biasa. Guru yang luar biasa menghasilkan siswa yang lebih luar biasa.