Cinta memang anugerah terbesar dalam hati setiap orang.

Pernahkah kalian bertanya pada diri sendiri, mengapa saya begitu menyukainya? Mengapa saya jatuh hati pada orang seperti dia? Mengapa saya terus memikirkannya? Mengapa dia terus muncul dalam mimpiku? Mengapa ketika mendengar namanya saya tersenyum? Mengapa ketika mendengar namanya hati saya terasa sakit? Saya tidak pernah habis pikir, begitu banyak orang lain di dunia ini? Tapi mengapa harus dia?

Begitu banyak pertanyaan dalam diriku, sehingga membuatku susah memejamkan mata saat malam hari tiba. Tekadang aku ingin meneteskan air mata tapi aku sadar aku harus kuat. Aku harus bangun, aku harus menghadapi kenyataan bahwa perasaanku ini hanya akan terus menyakitiku. Dia mungkin sudah bahagia sekarang, aku sudah tidak berhak mengingini sesuatu yang bukan milikku lagi.

Tiap hari bayangan tentang dia terus muncul dalam pikiranku, lagi-lagi hati kecilku terus bertanya;

"Apa dia baik2 saja?"
"Apa yang sedang dia lakukan sekarang ?"

Advertisement

"Apa dia memikirkan aku seperti aku memikirkannya sekarang?"
"Dekat dengan siapa dia sekarang?"

"Apa dia merindukanku?"
"Apa dia masih menyimpan foto kita ?"

"Apa dia masih menyimpan nomorku?"

Pertanyaan-pertanyaan itu terus muncul dalam hari-hariku, dan itu membuat hatiku sangat sedih. Aku takut dia membuka hatinya untuk orang baru masuk dalam hatinya. Mengapa aku seperti ini, sedangkan dia tidak?
Entahlah aku ini bodoh atau apa? Masih terus memikirkan dia yang sudah tidak menjadi milikku lagi.

Aku harus bagaimana? Aku seolah tidak mengenal apa itu melupakan dan move on. Ya saya gila, saya gila karena perasaan ini. Ya saya bodoh dan saya bodoh karena perasaan ini. Karena aku tau satu hal bahwa perasaanku ini padanya benar-benar tulus.

Aku tenggelam terlalu dalam pada perasaan itu