hi sayang..

Rasa rasanya aku belum siap menulis apapun saat ini. jujur, aku tidak pandai berkata kata bahkan menulis saat aku benar benar bahagia karna aku tidak pernah tau bagaimana harus ku deskripsikan rasa yang terus memenuhi rongga dadaku ini. hanya saja, tak ada cara lain untukku meninggalkan jejak, mungkin suatu saat nanti kita ada di waktu yang berbeda. bisa saja engkau berada di masa lampau dan aku di masa depan atau sebaliknya. hanya tulisan ini yang akan mengikat kita. kita tidak pernah tau apa apa tentang esok hari..

Kita selalu pergi menjelang siang dan kembali pada malam dengan alasan yang sama.. kamu sebut cinta yang ku lihat buta.. namun, menggenggam tanganmu seperti saat ini yang kulakukan, selalu membuatku ingin pulang.. hatimu adalah rumahku.

Jangan pernah bertanya mengapa aku selalu disini.. disampingmu, memandang caramu tertidur di pangkuanku sedang aku tertawa terbahak-bahak menikmati tayangan televisi malam hari atau serius membaca dengan mengerutkan dahi. kamu tetap sama.. menyejukkan aku yang selalu kelelahan.. hatimu memang benar rumahku..

Sayang..

Advertisement

mengapa bahagiaku sesederhana ini ?

Kamu tidak pernah membelikan baju warna warni atau parfum dengan wangi yang mampu memunculkan birahi.. kamu sempurna dengan caramu yang lucu, merencanakan kejutan yang tanpa kamu sadari aku sudah tau. dan aku.. makin cinta.. kamu rela menunggu , berdiri lama dan masih tetap tersenyum bahkan bola matamu membesar saat melihat sosokku mendekat.. tatapan mu lah yang selalu aku rindukan. aku seperti terbawa ke dalam matamu yang biru. layaknya kopi , aku benar-benar kecanduan pada tatapanmu.

Malam itu menjadi malam terindah semenjak engkau menjajah hatiku. ya.. kamu menjajahnya. Kamu tidak meninggalkan satu bagian pun untuk lelaki lain mengisi hatiku. Hatiku resmi milikmu malam itu. jika kamu tau bagaimana jantung ku berdetak saat kamu yang lagi lagi menatapku dan menyatakannya, mungkin kamu akan pergi untuk melindungi diri. jantungku seperti bumi yang sedang gempa kedalaman ratusan skala richter. Jangan salahkan aku jika kamu jatuh ke dalam inti bumi, karna kamu yang memacunya.

Sebab aku.. yang menginginkanmu entah sejak kapan, begitu dalam memasuki hatimu.. dan aku takkan bisa pergi.. aku cinta.. aku cinta kamu mungkin sampai esok hari.. karna waktu selalu pasti beranjak.. dan esok selalu memiliki esoknya lagi..

Sayang, jika suatu saat nanti kita tidak di masa yang sama.. semoga tulisan ini memunculkan kekuatannya.. memberikan kita waktu untuk kesekian kalinya lagi..

Yogyakarta, 8 april '16