Sebenarnya saya enggan ikut campur urusan politik dengan dramanya yang pelik itu. Tapi karena peselancaranku yang setiap hari di dunia antah brantah dan hiburan penatku hanya kotak bersuara (televisi) akhirnya menggangguku juga untuk ikut bersuara.

Kabar yang sedang menghangat dan menarik perhatianku lebih banyak penggulingan Ahok dan semua kejelekan pemerintah yang berjalan hari ini, Sepertinya banyak yang membenci, mencaci bahkan menyesal karena terpilihnya pak Jokowi.

Saya sendiri murni manusia awam yang tak tahu apa-apa tentang politik juga bukan pengagum Ahok ataupun Jokowi juga bukan haters mereka. Hanya sebatas rakyat biasa yang berusaha percaya dengan kinerja pemerintah hari ini dan mendukung mereka dengan tidak banyak menghujat dan menyampaikan aspirasi sewajarnya.

Tiba-tiba banyak orang yang sepertinya kompak menyerang Ahok dan mencalonkan diri sebagai gubernur. Di media mereka berkoar-koar dan seolah kurang kerjaan mencari-cari kesalahannya hingga menfitnahnya. Begitu juga dengan Pak Presiden yang diserang habis-habisan. Begitu mengerikannya Politik.

Bahkan ada pernyataan seeorang musisi di media yang ingin menjadi gubernur bukan untuk memperbaiki ibukota tapi semata-mata tidak menginginkan Ahok Sebagai gubernur. Lebih gilanya lagi dia menantang musisi lain berdebat soal politik hanya karena musisi itu mendukung Jokowi, ini sikap arogan apa kekanak-kanakan?

Advertisement

Di lain pihak, banyaknya politisi lain yang mengaku mampu lebih dari mereka dengan mengkritik, membeberkan kelemahan-kelemah program pemerintah, membeberkan segala kejelekannya tanpa memberi solusi. Persis anak TK yang baru belajar berceloteh. Uniknya lagi, mereka menyampaikan pendapatnya seperti ABG galau di twitter. Bercuit sesuka mereka sendiri. (Tidak ada yang salah hanya saja tidak seelegan bagaimana pendidikannya dan kekuasaannya).

Bukan itu semua yang terpenting dari berbagai pemikiran manusia, Saya bersedih karena banyaknya rakyat yang terprovokasi. Ibarat sebuah virus, secara tidak langsung mereka menebar kebencian pada rakyat dalam pemerintah yang bekerja hari ini. Alhasil semua yang dilakukan pemerintah akan selalu jelek hasilnya dan tidak akan memuaskan.

Tidak mudah mengatur negeri seluas ini dan rakyat sebanyak ini, Tidak mudah menjalankan pemerintahan dengan baik jika selalu ditentang. Di sini kita butuh persatuan, menyatu bersama membangun negeri. Mendukung Pemerintah untuk hasil yang baik dan memberikan kritikan berikut dengan saran yang semestinya dan sewajarnya saja.

Bukankah kita ini manusia? Bukan setan dan iblis yang kejam. Diberi akal pikiran untuk berpikir dan mengendalikan diri. Semoga kita termasuk manusia yang mampu menggunakan pikiran kita untuk hal yang bermanfaat, dapat menyaring setiap kata-kata yang keluar dengan baik.

Diri kita terbentuk hari ini dari pembelajaran orang tua kita sewaktu kecil, Jadi bukan untuk kita sendiri. Setidaknya untuk mereka yang sudah susah payah mengajarkan kita kebaikan. Saya percaya semua orang tua mendidik putra-putrinya dengan baik.

Inti dari semua hal yang saya sampaikan di atas. Saya hanya ingin mengajak kalian semua para pemuda. Untuk lebih cerdas memilih para pemimpin masa depan nantinya. Menjadi pemimpin yang baik jujur dan amanah nantinya di masa depan. Murni dengan tujuan untuk negeri bukan untuk menjatuhkan siapapun.

Mengajak kalian lebih mampu mengendalikan diri. Tidak menghina, mencaci, dan suka menghujat orang dengan bodoh. Bersikap lebih elegan sebagai mana kalian menggambarkan diri kalian. (Rendah sebagai haters yang terlihat iri dan dengki atau berkelas yang berkomentar dengan solusi tanpa emosi)

Cukup mereka saja, Jangan ditambah kita. Kita manusia dengan bekal kebaikan dan didikan hebat orang tua kita tidak mungkin menampilkan diri sebagai orang bodoh yang suka menghujat tanpa alasan yang jelas. Jangan jadikan rasa benci, iri dengki membuat diri kita nampak bodoh.

Semoga tulisan saya ini dibaca dan direspon dengan baik. Dan mampu berprasangka baik terhadap pemimpin juga membentuk diri kita sebagai manusia lebih memikirkan kata-katanya. Tidak mudah di hasut.