Salah satu kutipan postingan di sosial media

"2016 musim kawin 90, 91, 92, 93. Saatnya anda beraksi"

Sebagai kelahiran 1993 saya merasa bahwa postingan ini menjadi salah satu hal yang memicu semakin maraknya pertanyaan

“kapan nikah?”.

Well, pertanyaan ini adalah pertanyaan yang amat dihindari oleh para single single di luar sana, maupun para pasangan yang belum membicarakan soal pernikahan.

"Menikah itu bukan perkara mudah. Ini perihal memutuskan takdir yang akan kita jalani seumur hidup."

Jika salah pilih. Kelar!

Advertisement

Saya dulu adalah salah satu ABG yang ingin sekali cepat-cepat menikah, karena saya merasa bahwa pernikahan akan membuat saya lebih bahagia.

Yahh…

Akhirnya saya menyadari, pernikahan itu bukan sekedar mencari kebahagiaan, tapi lebih dari itu. Setelah menikah, saya akan bersama dengan orang asing, mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi. Saya akan menambah peran-peran baru sebagai istri, menantu, dan ibu.

Oleh karena itu, saya harus siap menerima segala kekurangan kelebihan yang ada pada pasangan.

Harus siap berkomitmen selamanya.

Dan perihal yang amat penting dalam menikah adalah memilih pasangan yang tepat.

Setiap ada teman yang menikah, saya selalu menanyakan, bagaimana caranya dia tahu bahwa he/she is the right one?

Bahkan mereka ragu untuk menjawab karena tidak ada jawaban pasti akan pertanyaan tersebut. Setiap orang berbeda-beda, dan yang paling menjadi indikatornya adalah kemantapan hati akan pasangan.

Dan kemantapan hati itu seperti apa? Lagi-lagi setiap orang akan merasakan dengan cara yang berbeda.

Godaan dari lingkungan untuk menyegerakan menikah luar biasa banyak, mulai dari keluarga, teman, kolega, bahkan orang-orang di sosial media yang tidak kita kenal.

Sebagai manusia pastilah kita bersifat dinamis, kadang-kadang saya merasa ingin sekali cepat menikah. Wajar. Keinginan menikah itu wajar. Tapi pastikan keinginan itu bukan karna ikut-ikutan teman seangkatan yang sudah menikah, bukan karena keinginan dari keluarga, dan bukan karena gengsi-gengsian.

Dan pastikan bahwa calonnya sudah ada 🙂