Beberapa hari yang lalu ketika saya sedang nongkrong di wedangan ala kota solo bersama teman,waktu itu dia sedang menyebarkan undangan pernikahan. Mau tidak mau kita membahas soal menikah. Sebuah kata yang akan menjadi horror jika kita tambah kata kapan di depannya dan tanda Tanya dibelakangnya. Teman saya itu mulai gamang dan gusar karena dia sudah berusia 25 tahun dan masih jomblo, sedangkan teman –temannya sudah banyak yang menikah. Pikir saya, se desperate itukah umur 25 tahun yang melihat teman-teman nya mulai banyak yang menikah. Untuk menyemangati teman saya dan karena menurut saya semua akan menikah pada waktunya, kita gak perlu Panic married seperti sebuah tim sepak bola yang ngawur membeli pemain jelang penutupan bursa transfer. Berikut sisi-sisi positif jika nanti pada akhirnya kamu (agak) terlambat menikah.

1. Kamu bisa fokus membahagiakan orang tua dan orang-orang yang kamu cintai

Teringat kata teman, “Saya anak pertama, adik saya banyak. Sedangkan bapak sayacuma karyawanswasta. jika saya menikah pada waktu masih kuliah atau baru saja kerja beberapa bulan langsung menikah kasihan dengan orang tua dan adik-adik nanti” Yup, betul juga. Kondisi keluarga adalah salah satu faktor yang menentukan di umur berapa nanti kamu akan menikah. jika kita berasal dari keluarga sederhana atau kita anak pertama yang punya beberapa adik. Buru-buru menikah bukankah itu hal yang sedikit egois. Akan lebih baik jika membantu dan membahagiakan orang tua terlebih dahulu, bukankah kamu sekolah menggunakan uang mereka. Tidak ada salahnya sedikit membalas jasa mereka, sebelum nanti tetek bengek urusan rumah tangga menyita waktu dan uangmu. Kamu juga bisa menyenangkan adik dan membantu biaya sekolah mereka. Kamu juga bisa membahagiakan dan bersenang-senang dahulu menikmati kebersamaan dengan orang-orang yang kalian cintai. Keluarga juga masih menginginkanmu berada di sisi lebih sering. So, menikah itu ibadah tetapi bukankah membantu orang tua dan membuat orang-orang yang kalian cintai bahagia itu juga ibadah.

2. Kamu bisa fokus selesai dengan diri sendiri

Banyak yang setelah menikah mereka menelantarkan istri, suami dan anak mereka. Mungkin dia belum selesai dengan dirinya sendiri, masih suka bersenang senang. Dengan tidak buru buru menikah kamu bisa sepuasnya melakukan hal-hal yang nantinya tidak bisa dilakukan seenaknya ketika sudah menikah. misalnya traveling, hangout tanpa kenal waktu, begadang main game dan nonton bola. Karena ketika sudah menikah kamu sudah bukan sendiri lagi, ada waktu yang harus dibagi dan perasaan yang harus dijaga. Dengan agak terlambat menikah otomatis akan ada lebih banyak waktu untuk selesai dengan diri sendiri, dan ketika waktu yang sakral itu tiba kamu akan menjadi pribadi yang lebih siap dan fokus dalam mengarungi rumah tangga.

Advertisement

3. Kamu bisa lebih memantaskan diri sendiri terlebih dahulu

Daripada merutuki diri karena belum menikah, sementara banyak teman-teman kamu yang sudah mengucapkan ijab qabul di depan penghulu. lebih baik nikmatilah hidup sembari memantaskan diri. Sambil menunggu waktu sakral mu tiba, kamu bisa mencari pekerjaan yang lebih bagus, belajar bagiamana nanti menjadi ayah atau ibu yang baik, jadi pribadi yang kuat dengan segudang pengalaman, dan menjadi orang yang lebih dekat kepada Tuhan Nya. Karena setelah dirimu punya cukup waktu untuk memantaskan diri maka semesta akan mengamini doamu untuk bersanding dengan dia yang memang menggenapkan.

karena pada akhirnya kapanpun dan di usia berapapun kamu menikah nanti, menikahlah dengan alasan dan cara yang baik. menikahlah di waktu yang tepat bukan di waktu yang cepat