Kapan nikah? Tunggu apa lagi sih?

Sebuah kalimat yang menghantuimu ketika menginjak usia hampir 25.

Pasti kalian sudah sering dilontarkan pertanyaan ini, akan bosan mendengarnya.

Sambil senyum dan bicara "doain aja ya" untuk menjawab pertanyaan itu, di kepala kalian biasanya muncul perenungan seperti ini :

Menikah hanya sekali seumur hidup, yakinkah kamu dengan pasanganmu sekarang, bahwa dengannya kamu rela menjalani sisa hidup?

Advertisement

Coba tanyakan ke dirimu sendiri, siapkah pasanganmu sekarang menjadi orang yang pertama kamu lihat ketika bangun tidur dan yang terakhir kamu lihat di ujung hari?

Menikah bukan perlombaan

Di saat kamu dikelilingi teman atau saudara seumuran yang sudah/akan segera menikah, seakan semua orang berlomba untuk menikah.

Tiada yang bisa menjamin menikah cepat pasti akan lebih bahagia.

Menikah bukan hanya untuk mendapat kehalalan

Menikah hanya agar bisa halal untuk melampiaskan nafsumu? Percayalah menikah lebih dari itu.

Menikah bukan sebagai ajang mendapatkan surat izin bercinta. Akan ada hal lainnya yang harus dipikirkan tentang masa depan buah hati kalian kelak.

Ijab kabul tidak seringan 1 tarikan napas dan mengucapkan 1 kalimat.

Janji menikah sehidup semati itu adalah janji dengan Tuhan

tidak main-main, bukan janji yang bisa dianulir karena alasan lupa.

Ini adalah janji suami yang bisa memindahkan bakti istri dari orang tua ke dirinya, janji suami untuk membimbing istri agar mencintai Tuhan lebih dari mencintai dirinya, dan janji sehidup semati baik suka maupun duka.

Sudah tepatkah waktunya?

Bila kamu yang sekarang sedang bekerja kemudian bercita-cita menjadi ibu rumah tangga dan wiraswasta kelak, sudah siapkah kamu sekarang meninggalkan egomu?

menjadi ibu rumah tangga, meninggalkan pekerjaan yang kamu sukai, meninggalkan gaji yang nyaman, meninggalkan karir yang sedang menanjak agar anak senantiasa dalam bimbingan ibunya, dan suami pulang tidak disambut dengan wajah lelah istri.

Setelah semua itu, penulis tidak menyuruh untuk menunda pernikahan, penulis hanya ingin mengingatkan untuk tak perlu berlari, persiapkan pernikahan dengan matang untuk peristiwa 1 kali seumur hidup ini.

Menikahlah dengan orang yang tepat, di waktu yang tepat, dan karena alasan yang tepat!