Bolu-bolu dan banyu anjlok Liburan murah. Berawal dari ajakan teman yang ingin berlibur di Malang tapi tak tau tujuan.

Saya mencoba memberikan ide untuk trip ke Pantai Bolu-bolu dan Banyu Anjlok, karena destinasi ini masih baru untuk pariwisata di daerah Malang so pasti bakalan seru karena jarang pengunjung lainn, dan melalui beberapa pertimbangan akhir mereka setuju dengan ide trip Pantai Bolu-bolu dan Banyu Anjlok.

Perjalanan di Mulai dari Jakarta. Kereta Api Matarmaja menjadi pilihan kami untuk melakukan perjalanan trip Pantai Bolu-bolu dan Banyu Anjlok. Perjalanan selama 17 jam kami lewati dengan bercanda gurau walaupun keadaan tempat duduk kereta api Matarmaja kurang nyaman sandaran punggung yang tegak lurus membuat punggung sakit! Tidur pun dipaksa dengan menenggak antimo supaya sesampainya di Malang kami punya tenaga untuk bermain di pantai.

Sesampainya di Stastiun Malang Kami telah di jemput oleh teman kami yang berdomisili di Malang yang bernama “Mas Pandu” dan sudah disewakan motor untuk kami berempat, oiya kamisewa motor disana Rp.200.000 untuk 3 hari. Setelah sarapan pagi kami langsung melanjutkan perjalanan dengan motor, kalau kata orang touring gitu deh, perjalanan dari Malang bisa menempuh jalan ke arah Kecamatan Dampit dan Kecamatan Tirtoyudo, lalu berbelok ke kanan di pertigaan Tangsi, Desa Tirtoyudo.

Dari pertigaan ini posisi Pantai Lenggoksono masih sekitar 30 kilometer. Kondisi jalan dari Tangsi Tirtoyudo menuju Lenggoksono Purwodadi sangat mulus beraspal, hanya ruas jalan sangat sempit. Sepanjang 30 kilometer itu jalanan berkelok-kelok sungguh menyenangkan ketika memakai motor bisa kaya Valentino Rosi gitu deh. Elbow-down and cornering, karena kita memakai motor matic dihadapkan dengan jalan yang manajak dan manurun harus bersiap-siap dari jauh untuk mengambil RPM tinggi biar gak stack di tenggah tanjakan. Sunguh butuh perjuangan trip to pantai Bolu-bolu dan Banyu Anjlok

Advertisement

Touring selama 3 jam pun berakhir ketika kami sampai di loket pantai Lenggoksono, biaya masuk pantai Lenggoksono pun cukup murah hanya Rp.5000,-/orang. Lelah bercampur senang ada didalam hati kami ketika melihat keindahan pantai lenggoksono yang asri. Kami pun Maksi di pantai Lenggoksono biar nanti pada saat snorkeling kami mempunyai tenaga extra.

Pantai lenggoksono ini merupakan tempat parkir wisatawan ketika ingin menginap ke pantai Bolu-bolu, dan Banyu Anjlok ataupun 1 day trip harga untuk parkir 1 malam Rp 10.000/ malam, untuk mobil sekitar Rp.20.000/malam. Di pantai Lenggoksono juga ada tempat yang menyediakan sewa alat snorkeling Rp25.000.

Tawar menawar harga pas tancap gas, dah kaya Iwan fals aja nie, Tawar menawar kami lakukan ketika ingin menyebrang ke pantai bolu-bolu dan banyu anjlok dan harga untuk sewa kapal antar jemput Rp.70.000/orang. (pantai Bolu-bolu, teluk kletekan dan Banyu Anjlok) Destinasi pertama kali adalah pantai Banyu anjlok supaya bisa mandi di air terjun Banyu Anjlok, maklum belum mandi dari start Jakarta…

Perjalanan menuju pantai banyu anjlok memakan waktu sekitar 20 menit lumayan lama padalah jaraknya cukup dekat.

Tiba Di Pantai Bolu-Bolu dan Banyu Anjlok

Ketika sampai dipantai Banyu Anjlok betapa terkejutnya kami melihat air terjun yang mengalir kelaut sangat indah.. Tanpa basa-basi lagi langsung mandi di Air terjun banyu anjlok, betapa segarnya air terjun banyu anjlok ketika mengenai badan dan rasa lelah pun langsung hilang seketika.

Air Terjun Banyu Anjlok memiliki tinggi sekitar 7 meter disisi kanannya terdapat goa horizontal, dan diatas air terjun terdapat kolam berdiameter sekitar 4 meter dengan kedalaman 7 meter. Di kolam ini kami berenang dan lompat dari atas batu.

Destinasi ke 2 merupakan desitinasi yang saya tunggu-tunggu yaitu snorkeling di teluk Kletekan, menurut informasi yang saya himpun dari masyarakat sekitar. Luas wilayah terumbu karang yang dijadikan spot snorkeling di teluk kletekan adalah 2 hektar wahh luas juga yah. Kesadaran tentang menjaga terumbu karang terlihat di sini, kapal kami tidak menurunkan jangkar tetapi mengikatkan kapal di tali yang telah disediakan dan kedalaman hanya sekitar 2 meter.

Mendengar kedalaman hanya 2 meter tanpa basa-basi saya langsung menyeburkan diri, tak disangka karena sudah sore dan laut pasang kedalaman yang dikatakan 2 meter berubah menjadi 5 meter dan arus bawahnya juga sudah cukup keras, yah perlu tenaga extra untuk menyelam kedasar.. Keadaan terumbu karang yang terjaga sungguh indah aneka biota lautpun dapat terlihat, cumi-cumi pun menghampiri saya, dan saya melihat ikan Kakaktua yang cukup besar.. Sangat berbeda dari spot snorkling yang pernah saya datangi yang biasanya hanya ikan-ikan kecil yang menghamipiri. Pantai bolu-bolu dan banyu anjlok

Haripun mulai gelap saya dan teman saya yang bernama Dagho masih enggan naik ke atas kapal padahal teman-teman kami yang lain sudah berada diatas kapal. Yah terpaksa deh ikutan naik keatas kapal dan kami langsung menuju destinasi yang ke 3 yaitu Pantai Bolu-bolu. Perjalanan ke pantai Bolu-bolu sekitar 10 menit dari teluk Kletekan. Kami memutuskan mendirikan tenda di pantai Bolu-bol, karena terdapat warga yang tinggal di pantai Bolu-bolu.