Terkadang aku bingung bagaimana dua orang manusia yang belum pernah bertemu secara langsung bisa jatuh cinta dengan begitu mudahnya, bahkan memiliki rasa yang begitu amat dalam.

Begitu juga dengan kita. Kita. Dua manusia yang belum pernah bertemu dari dua negara berbeda saling jatuh cinta. Aku begitu bahagia denganmu. Sepenuhnya. Namun ketika aku mengetahui bahwa aku bukan satu-satunya untukmu membuat semua harapan dan kebahagianku hancur.

Apakah aku bisa mengatakan bahwa aku merupakan manusia bodoh yang tetap mau menjalani hari-hari dengamu. Memang, kita belum pernah bertemu di dunia nyata. Tapi aku merasakan, begitu dalamnya cinta yang kau berikan untukku. Membuatku sulit untuk pergi darimu. Aku berusaha untuk terus keluar dari hidupmu. Tapi kau selalu mencoba menarik kembali diriku ke dalam hidupmu.

Aku merasa bahwa aku tidak memiliki tempat dihidupmu, namun semua yang kau lakukan untukku membuatku merubah pikiranku, tapi lagi-lagi kau membuatku kembali memikirkan bahwa aku tidak memiliki tempat dihidupmu.

Tentu, aku memikirkan bagaimana perasaan yang pertamamu. Aku tidak ingin egois, aku selalu ingin pergi darimu. Aku tidak pernah menyesal mengenalmu, dan menjadikanmu bagian dari hidupku. Karena kau membawa banyak perubahan yang jauh lebih baik untukku. Tapi aku hanya ingin pergi. Lebih baik untuk kita untuk berpisah secara baik-baik.

Advertisement

Sejujurnya, aku hanya ingin bahagia bersamamu. Tapi aku rasa semua itu tidak mungkin. Semua orang mengatakan tidak mungkin, kita hidup di dua negara yang berbeda, kita tidak pernah bertemu sebelumnya, banyak orang yang meragukan cintamu untukku, tapi aku merasakannya bagaimana kau begitu mencintaiku. Tapi mengingat aku bukan yang pertama untukmu hanya membuatku sakit. Dan aku rasa memang sebaiknya kita seharusnya pergi. Kau menjalani hidupmu dengannya, dan aku menjalani hidupku sendiri. Tapi berkali-kali kau mencoba mengerti hal itu, namun selalu kau menarikku kembali dalam hidupmu. Aku rasa memang yang terbaik adalah aku secara tegas untuk pergi dari hidupmu.

Aku lelah untuk selalu menjadi rahasia dalam hidupmu. Aku perempuan, aku ingin kau membanggakanku di depan keluarga dan teman-temanmu, bukan menjadi rahasiamu. Hanya itu yang aku inginkan. Aku lelah menunggu, aku lelah untuk terluka, aku lelah untuk selalu menangis, aku lelah untuk selalu menjadi rahasia untukmu. Memang aku akui kau begitu sempurna memperlakukanku, memberikan aku apapun yang aku butuhkan dan aku inginkan. Tapi kelelahan itu membuatku menyerah. Aku rasa aku bukanlah perempuan yang kuat untuk itu.

Maka izinkanlah aku untuk pergi dari hidupmu. Kau tidak perlu untuk memilih. Aku akan mundur. Aku tidak akan pernah melupakan kebaikan yang telah kau berikan kepadaku. Tapi lebih baik, kita berpisah untuk menjalani kehidupan kita masing-masing.