Perasaan ini tetap saja kurasa sangat menganehkan. Sebenarnya akupun tetap bingung dengan perasaanku. Tapi dia tetap saja membuatku terkesima. Aku tidak tau sebenarnya alasan apa yang tepat kenapa aku merasa seperti itu. Hanya saja dia selalu menjadi inspirasi yang memotivasi hari-hariku. Melihatnya dalam rutinitasku, tak bisa kuelakkan. Aku tidak ingin memperhatikannya, tapi diapun berada disekitar rutinitasku sehingga aku mengenal dirinya, seorang pribadi yang memukau.

Aku tau, bukan aku saja yang merasakan ini. Banyak kudengar mereka yang mengaguminya. Dia bersikap baik dan ramah dengan orang disekitarnya, termasuk kepadaku. Kadang dia selalu bertingkah konyol yang membuatku tertawa geli melihatnya. Sering dia membuatku takjub dengan gaya cerdasnya berbicara di depan umum, entah itu di kelas saat presentasi, ataupun saat rapat organisasi. juga dia sangat menginspirasiku dengan berbagai prestasi yang dia dapatkan sehingga dia sering pergi keluar kota membawa nama baik universitas.

Perlahan, rasa itu berubah menjadi hal yang semakin menganehkan. Lalu aku merasa, apakah ini jatuh cinta? Seperti dalam nasyid Maidany yang kudengar

“Di sini pernah ada rasa simpati

Di sini pernah ada rasa mengagumi

Advertisement

Rasa ingin memilikimu…

Memasukkanmu di dalam hati ini…

Menjadi penghuni

Mencoba berlindung dibalik fitrahnya hati

Untuk mencari pembenaran ini

Namun ternyata semua permainan nafsu

Untuk memburu cinta yang semu

Aku… tertipu…”

Begitulah juga, mungkin akupun telah tertipu, dan ini hanya permainan nafsu atau cinta semu. Dan benar saja, dia merasuk melebihi seperempat pikiranku yang membuat aktifitasku menjadi tak tentu arah. Aku mudah sekali merasa senang, dan mudah sekali merasa gelisah bahkan sedih hanya karena hal yang menyangkut tentang dirimunya. Tentu saja aku tidak mau seperti ini terus. Aku harus bisa menghilangkan perasaan itu dan membuangnya dari pikiranku.

Aku akan menjauhinya walau dia berada disekitarku. Bukan aku tak ingin walau dalam batas seorang teman kuliah dan rekan organisasi, kumohon menjauhlah, supaya aku dapat menghilangkan perasaan yang semu ini dan dapat fokus dengan semua tujuanku yang ingin kuraih saat ini. Aku yakin, walaupun aku berusaha menjauhinya, kelak dengan Izin-Nya lah dia akan mendekat untukku, disaat yang tepat nantinya. Jika diapun semakin menjauh, biarlah, itupun yang terbaik dari-Nya…

“Tuhanku… berikanku cinta

Yang kau titipkan, bukan cinta yang kutanam

Aku ingin rasa cinta ini

Cinta yang hanya aku berikan

Saat Ijab Qabul telah tertunaikan…”