Isi khutbah jum’at kala itu selalu terngiang ditelinga. Ketika selesai sholat jum’at otak saya langsung berfikir mengembangkan hal yang dikatakan oleh khotib. Kata tersebut adalah “waktu adalah pedang”.

Ungkapan ini sangat menarik bagi saya, berbeda dari banyak orang yang mengatakan kalau waktu adalah uang. Pada dasarnya ingin menyampaikan jika waktu itu adalah hal yang sangat berharga, sangat merugikan jika waktu lewat begitu saja tanpa kita gunakan dengan hal baik dan akhirnya yang ada hanya penyesalan.

Bagaimana dengan ungkapan bahwa waktu adalah pedang? Yang saya dapatkan, ini memberitahu kita jika waktu adalah hal yang berbahaya. Dengan menggunakan pedang, kita bisa meraih kemenangan. Seorang ksatria pedang mengatakan bahwa menggunakan pedang adalah seni, jangan kau memegang terlalu erat pedangnya, karena kau akan cepat lelah dan sedikit membuat pergerakan; dan jangan terlalu longgar memegangnya, karena pedang itu akan lepas dan terjatuh.

Menggunakan waktu pun adalah seni. Jika terlalu erat dalam menggunakan waktu, kita akan cepat kehilangan energi dan walaupun banyak kegiatan yang dilakukan tapi tidak akan maksimal dalam melakukannya, karena tubuh sudah terlalu lelah; akhirnya hanya sedikit memberikan kontribusi. Sebaliknya, ketika terlalu longgar dalam menggunakan waktu, maka waktu akan terjatuh, terbuang dan tidak beguna bagi kita.

Perlu berlatih dengan giat untuk bisa menggunakan pedang dengan baik; perlu paksaan dan pembiasaan dalam menggunakan waktu untuk hal-hal baik. Ketika sering berlatih maka akan menjadi seorang pendekar pedang yang tangguh; ketika sering memaksakan diri dengan hal baik maka akan terbiasa untuk menggukan waktu untuk hal baik.

Advertisement

Ingat proses berlatih yang paling pertama adalah memulai; Sekarang bangun dan mulailah menggunakan waktu untuk hal baik. Yang kedua adalah pemanasan atau dengan latihan-latihan kecil; mulailah menggunakan waktu untuk hal baik walaupun itu sekedar kebaikan kecil. Kemudian bisa berlanjut kepada proses berikutnya yaitu berlatih bertingkat dengan konsisten; lakukan kebaikan itu dengan konsisten dan kebaikan yang semakin meningkat. Tak pernah lelah dan menyerah dari rintangan yang dihadapi dalam latihan. Anda akan bisa terbiasa dan ahli.

Setelah berlatih, maka sudah siap bertempur dalam perang. Sesuaikan latihan Anda dan tentukan kemenangan yang ingin diraih, maka berjuanglah dengan pedang Anda mengalahkan semua musuh dan rintangan yang menghadang.

Akankah kita lewatkan waktu begitu saja?

Tentukan! Anda akan berlatih dengan giat supaya menjadi seorang pendekar pedang yang meraih kemenangan dan kesuksesan atau seorang yang terbunuh oleh pedang sendiri dan kalah dalam perang karena tidak bisa menggukannya.

"Demi Waktu (1) Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian (2) Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran (3) . _Q.S. Al- Ashr : 1-3_