Untukmu yang kini melepaskan aku dalam mimpi cinta sempurna, aku berusaha merangkul kata ikhlas dan sabar meski teramat berat hati ini menerimanya. Kamu merelakanku merajut mimpi dengan orang lain dengan begitu tenangnya demi kenyamanan hidup dan mimpimu sendiri.

Aku tahu namaku masih bertakhta di hatimu meski kau tak pernah mengucapkannya dengan jelas dihadapanku, tapi ambisimu dan mimpimu lebih kau pilih daripada sekedar untuk memperjuangkanku demi merajut mimpi kita bersama.

Ya mimpi yang pernah bersemayam di hidup kita, mimpi berdua merajut kasih dan cinta dalam mahligai sakral sepertinya harus menjadi debu dan angan yang tak pernah bisa terwujud. Sebuah rasa perih yang tak akan pernah bisa kau rasakan bagaimana partikel sakit menghantamku dengan begitu dahsyat.

Aku memang bukan orang yang sempurna ketika cinta itu masih terajut dulu, begitu banyak kekuranganku yang jika aku ingat sekarang hanya akan menyakitiku dan bergumam dalam hati seandainya dulu aku merangkul kekuranganmu. Lebam di hati ini masih menganga dengan begitu dahsyat sembari pikiran ini terus berbisik "Seandainya Kau Memperjuangkanku, Melawan kerikil-kerikil yang menjadi penghalang" mungkin rasanya tidak akan sesakit ini. Kau memilih pergi daripada memperjuangkanku dan cerita kita dulu.

Tapi tetap saja cinta akan menjadi cinta, walau hati ini perih tetap saja hati tidak pernah bisa membencimu, senyum dan tawamu yang kulihat sore itu membuatku sadar bahwa aku tidak bisa membencimu karna rasa cinta ini terlalu besar walau rasa sakit yang kau torehkan.

Advertisement

Kini aku berusaha merajut pundi pundi kata ikhlas dari berbagai kepingan yang masih tersisa. Ikhlas adalah partikel jiwa untuk menetramkan hati karena selama kata "ikhlas" belum bisa aku realisasikan maka sakitnya pun tidak akan pernah padam.

Aku harus melanjutkan hidupku, meski tanpa cerita kita, tanpa mimpi yang pernah aku sanjungkan. Aku harus merelakan masa lalu menjadi sebuah cerita. Sebuah cerita cinta yang tidak akan pernah terhapus dalam hidupku sekalipun aku merajut kisah baru.

Terima kasih atas semua cerita indah dan sakit yang pernah ada, setidaknya dari semua ini aku belajar tentang arti sabar dan ikhlas serta proses pendewasaan diri :).