Sukma-sukma itu mulai menghaturkan rasa syukur kepada sang Pencipta

terpantulnya cahaya terang nan berkuasa,kini aku hampir sama seperti dia–si pasir.

Berjalan-jalan sore di dekat pantai tidaklah selalu menyenangkan.

Perpecahan masalah,kenangan-kenangan kemarin terus terulang di dalam pikiranku,

Bagaikan apa aku dipinggir laut? semua meninggalkanku kecuali Sukma-sukma ini.

Advertisement

Hempasan nafas emosi sudah berulang kali berkata " Kau harus melupakannya ".

Aku berhenti melangkah dan mengambil segenggam pasir,kukatakan kepadanya, " Seperti inikah permasalahanku semuanya? Kugenggam,jatuh,tertiup bersama sukma angin dan hilang,namun aku masih bisa mengambil pasirnya kembali ".

Ucapanku sudah berusaha untuk tegar.

tak boleh menangis,Sukma pasir juga terdiam,kini kami semua kebingungan.

Ku menutup mata,berdoa,terpejam,berbisik kepadaNya,berharap semuanya seperti sukma angin yang ringan nan menyejukkan segala hal.

Ku coba berjalan lagi sendiri,berusaha tersenyum,menatap senyuman si sukma surya,berjalan,berlarisekuat tenaga,dan akhirnya air mataku dibendungnya,

hingga akhirnya tugas Sukma suryapun selesai dan aku masih di sini.

Permasalahanku selesai.