Aku bingung harus darimana aku mengatakan sesuatu yang kusimpan ini. Aku tak tau disebut perasaan seperti apa ini, cemburu? Mungkin begitu, tapi entahlah, sepertinya juga bukan.

Kulihat wanita itu adalah wanita cerdas, cekatan juga cantik. Ia berprestasi disekolahnya, sangat terkenal dengan kecerdasanya yang cemerlang,mahir berhitung,berbahasa,juga mengerti banyak hal. Ia terlihat sangat aktif di lingkungannya,dikenal banyak orang, memiliki kontribusi yang cukup besar di beberapa organisasi, disenangi banyak orang karena cantiknya,bukan hanya fisik tapi juga kepribadianya. Sosok sempurna menyerupai bidadari.

Dia sempurna.

Dia terlihat akrab dengamu, kurasa kalian cocok. Sosok sempurna untuk mendampingimu. Aku terluka saat mengatakanya tapi memang itulah kenyataan,selalu menyakitkan. Entah kenapa sangat sulit menggapaimu, aku tak mengerti. Disismu selalu berjejer wanita-wanita cemerlang yang luar biasa. Kau memang pantas mendapatkanya. Aku mengerti. Aku hanya tak paham, mengapa kenyataan selalu menakdirkanku dalam keadaan seperti ini? Cantik, cerdas,berbakat.Itu bukan aku. Aku bahkan tak mengerti bagaimana cara memoleskan bedak diwajahku, aku sering menyontek saat ulangan, aku tak pernah dikenal orang. Orang memandangku dengan sebelah mata karena nyatanya tak ada yang istimewa dariku. Bersaing dengan mereka itu konyol. Aku ingin menangis jika membayangkanya.

Aku jauh dari sempurna.

Advertisement

Aku tak ingin egois,kau pantas mendapatkan yang terbaik. Apalah dayaku tak memiliki sesuatu untuk kau banggakan saat bercerita dengan teman-temanmu,aku tak layak jika harus dibandingkan dengan mereka yang dulu menjadi kekasihmu, aku tak punya sesuatu yang spesial agar kau memandangku ada. Dan jika pada akhirnya kau memilih dia, aku ikhlas, karena begitulah yang seharusnya terjadi. Bukan tak ingin berjuang,tapi memperjuangkan hal yang bukan takdirmu adalah sia-sia tak berujung.

Hatiku mencair saat melihatmu dan membeku saat melihatmu bersamanya.

Dia lebih segala-galanya dariku,suatu kenyataan pahit yang memaksaku menghapusmu dari ingatan, memaksaku untuk berhenti memandangimu, berhenti berkhayal.Kau perlu tau saat aku menulis ini mataku tak bisa terjaga untuk tetap kering.Aku tak bisa melakukan ini. Aku mencintaimu dan melupakanmu adalah mustahil. Seandainya aku bisa jadi seseorang dari mereka,dan akhirnya aku tau aku tak bisa. Apa yang harus kulakukan? Aku tak tau,aku tak berdaya untuk apapun. Aku akan selalu seperti ini.Gadis yang menanti keajaban.

Gadis yang menantimu dalam kesia-siaan tak berujung