Meski kau tahu aku mencintaimu, bukan berarti aku rela menjadi tempat pelarianmu

Hey, kamu yang disana, apakah kamu baik-baik saja atau tidak baik-baik seperti aku disini. Menunggu dalam ketidakpastian entah sampai kapan. Andai waktu berujung, kuharap aku bisa berhenti disana. Dan kamu, maukah kamu juga ada disana bersamaku sayang. Maafkan diriku yang masih belum bisa merelakan perasaan ini pergi begitu saja. Apakah kau juga seperti itu, atau hanya aku sendiri yang tahu bagaimana perihnya menikmati rindu yang perlahan membunuh.

Mencintaimu membuatku menjadi lebih baik, bagaimana bisa aku menyalahkan cinta ini?

Sayang, tidakkah kamu tahu bahwa mengenalmu adalah anugrah terbesar dalam hidupku. Bagaimana tidak, seperti film ‘A Little Thing Called Love’ yang cukup terkenal itu demikian juga aku dapat melihat diriku yang dulu. Dengan penuh semangat berusaha berjuang untuk menjadi lebih baik, setidaknya hanya demi satu lirikan matamu.

Karena kamu memang pantas untuk diperjuangkan …

Advertisement

Ya, kamu, yang ibaratnya langit ke tujuh dan aku adalah bagian terdalam dari perut bumi. Lalu kemudian seperti kata peribahasa, ibarat gayung bersambut, kau buat aku serasa melayang, tiba-tiba punya sayap dan terbang keluar dari perut bumi itu. Terus terbang hingga sampai ke awan-awan dan menari bersamamu. Akhirnya kau yang bisa membuat aku merasakan nikmatnya kebahagiaan yang tak terkira

Tapi itu, ketika kau telah dengannya. Bukan dulu saat kau masih sendiri

Andai kamu tahu, mencintaimu dalam diam adalah perjuangan besar yang pernah aku lakukan. Dalam diam sayang, agar tak ada satupun yang tahu. Agar tak ada satupun yang melarangku untuk mencintaimu. Kamu, yang mereka kenal sebagai kekasih dari teman mereka.

Aku bingung antara senang atau sedih, kebahagiaan ini salah waktu banget. Janjimu yang buat aku memutuskan untuk memilih bahagia

Tapi kini, telah sangat lama sejak kamu pergi bersama hatiku. Kamu tak pernah datang. Kamu mencurinya terlalu lama, tidak bisakah kamu kembali sebentar saja untuk mengembalikannya.

Aku masih menunggumu ….

Aku selalu menunggu, aku tetap disini, di awan-awan ini. Aku tertinggal sendiri disini dan tak bisa kembali. Kamu tahu kenapa? Karena bukan hanya hatiku yang kau bawa pergi tapi juga sayapku. Kembalilah sayang, temukan aku disini lalu bantu aku untuk melepaskan perangkap yang kau gunakan saat menjebakku. Mereka tidak bisa, hanya kamu yang punya kuncinya, hanya kamu yang kumau.

Sayang, sebenarnya aku benci mencintaimu tapi sifat keras kepalaku lebih besar dari rasa benci terhadapmu

Sini sayang, kubisikkan sesuatu, sebenarnya aku benci mencintaimu, sangat benci. Tapi tak bisa kupungkiri, masih tetap saja seperti yang dulu, jauh sebelum kau dengannya, aku begitu mencintaimu dengan keras kepala, tanpa alasan dan tanpa henti.

Kadang, ingin sekali aku bisa memiliki kantong ajaib Doraemon dan menyetel mesin waktunya lalu kembali ke masa lalu. Aku ingin tahu hal apa yang telah membuatku jatuh cinta padamu. Aku selalu bertanya kenapa, tapi tak pernah kudengar jawaban selain hanya jeritan hatiku. Mengapa kamu begitu meracuni pikiranku sayang? Apakah aku gila? Apakah aku sakit? Apakah ini ada obatnya? Dan apakah obatnya itu adalah dirimu?

Sedetik rasanya seabad, tegakah kau membiarkanku menunggu hingga berjuta-juta detik lainnya …

Katakan padaku tentang apa yang harus aku lakukan dengan perasaan ini. Hampir setiap hari bahkan setiap jam, menit, detik selalu memikirkanmu. Sedetik saja rasanya sudah seperti seabad, apalagi semenit, sejam, sehari, sebulan, setahun, sewindu dan bertahun-tahun lainnya selama menunggumu. Aku tertatih mencintaimu tanpa alasan dan aku takut karena hanya bisa mencintai bayangmu yang membuatku semakin jauh dari kenyataan hidup ini.

Baiklah sayang, aku tahu bahwa aku hanya perlu sabar untuk berbenah diri terlebih dahulu. Aku hanya perlu sabar untuk menunggu waktu membuktikan sesuatu.

Dan kamu, yang kamu perlu tahu hanyalah bahwa jika menjadi selingkuhan itu bukan dosa, aku sudah melakukannya dari dulu. Kuharap kamu bisa jatuh cinta dengannya seperti aku mencintaimu dengan setia.

Dalam doalah aku berlomba dengannya untuk mencintaimu dengan cara yang lebih benar ..

Kau harus bahagia karena hanya dialah yang bisa memberikan padamu segala yang tak dapat kuberikan, yaitu hal lain selain seuntai doa terbaik yang kumiliki. Jangan kau takut sayang, dalam doalah aku berlomba dengannya untuk mencintaimu dengan cara paling benar. Percayalah, lewat doa ini semuanya telah kutitipkan pada Tuhan. Dia yang mampu menjaga hati maupun yang maha membolak-balikkan hati. Telah kuminta padaNya agar dapat menggantikanku untuk memeluk dan menemani saat-saat sepimu. Menggantikan segenggam cintaku dengan segenggam tangannya yang lebih besar. Agar kau puas sayang, agar kau bahagia penuh. Sehingga kau juga dapat membalas cintaku melalui Dia ketika kau mampu dibuatnya tersanjung oleh limpah kasihNya dan kau menjadi lebih mencintaiNya.

Satu pintaku, …

Tapi sayang aku mohon, jangan pernah lupakan aku dalam kebahagiaanmu. Jangan pernah lupa bahwa ada yang harus kau kembalikan padaku, yaitu kedua sayap dan satu hatiku yang telah kau bawa pergi, hanya itu yang kupunya.

Meski pun juga nanti kau tak akan pernah datang, meski pun ternyata waktu itu tidak berujung, tapi aku akan tetap percaya sayang bahwa cinta itu keajaiban. Seperti aku percaya bahwa semua ini belum usai…