Tidak baik untukku dan tidak adil untuk kamu.

Idealnya suatu hubungan itu hanya aku & kamu, karena kita pasangan bukan rombongan. Jangan pernah melibatkan siapapun, terlebih itu soal mantan. Mantan itu datangnya dari masa lalu, kadang dia seperti hantu datang tak diundang dan menggoda seperti setan.

Harusnya aku tahu ini salahku, tak seharusnya aku melibatkan masa lalu kedalam masanya aku bersamamu. Bodohnya aku masih saja tergoda rayuan mantan, yang datang tiba-tiba membawa cerita lama yang sudah mati-matian ku lupakan. Membuatku lupa bagaimana cara menjaga perasaan, perasaan seseorang yang sedang ku perjuangkan.

Memang benar bahwa dirinyalah yang dulu tinggal dihati dan mengisi hari-hariku, pernah manjadi bagian dalam hidupku. Tapi itu dulu jauh sebelum aku mengenalmu, sebelum kamu hadir mencuri perhatianku. Jauh sebelum aku jatuh hati padamu.

Dasar memang mantan menjelma bagai setan, dia datang menawarkan harapan. Menghidupkan lagi perasaan yang lama sudah kukubur dalam-dalam, mengajakku menari di atas bara api dan meyakinkanku bahwa bersamanya lah keputusan terbaik di hidupku. Manis bibirnya mengecup bibirku, seakan manisnya bisa meluruhkan pahitnya kata-kata saat dia acuhkan dan putuskan cintaku.

Advertisement

Sejenak ku berpikir dan berniat balikan, tapi ini tidak baik bagiku dan juga tidak adil untuk kamu. Bisa-bisanya aku tergoda kata-kata mantan yang jelas-jelas sudah mati-matian kulupakan. Ini bukan candaan, bisa-bisanya dijadikan taruhan antara memilihmu atau kembali terjerat cinta lama bersamanya.

Harusnya aku tahu, dia adalah masa lalu,sudah lama aku menutup buku. Tidaklah perlu aku membaca ulang buku usang tentang sang mantan, apalagi yang kelakuannya seperti setan.

Maaf, sebaiknya aku selesaikan dulu masalahku dengannya. Biar aku perbaiki semua kesalahan yang sudah aku lakukan, dan semoga saja masih ada jalan — jalan untuk kita jadian.