Dear tersayang
Malam menjelang pagi aku masih saja mengingatmu, mengingat di mana kita pernah bersama walau hanya 6 bulan kurang lebihnya. Kita punya mimpi mimpi besar mimpi indah merajut kejenjang kebahagian bersama.

Sedih kenapa berakhir seperti ini kamu pergi tanpa cerita pergi tanpa pamit, di kala kita mungkin (aku) bahagia bersama, tak ada masalah kamu pergi begitu saja saat aku sudah bisa membuka hatiku yang dulu lama tertutup. Itu semua karenamu.

Yaa walau 6 bulan yang katanya hanya sebentar tapi bagiku ini sangatlah lama. Di mana di dalamnya ada sedih senang manis pahit kita lalu bersama denganmu aku belajar lebih sabar lebih mengayomi, karena kamu laki-laki yang manja, aku sangat merindukanmu laki-lakiku yang manja ini. Aku lebih bisa menahan egoku dan itu hanya untuk kamu dan aku sayang kamu mulai itu.

Tetapi pisau yang kau asah mulai menusukku perlahan hingga luka di hatiku sangat membekas tapi tak mati, kau membuat kekecewaan yang tak habis aku pikir kau memikirkan dia di belakangku dan kau pergi, padahal dia tak peduli denganmu padahal di sini ada aku yang selalu peduli menerima segala kekuranganmu tetapi otakmu masih memikirkannya dan kau lebih memilih pergi dariku tanpa pamit hanya karena kamu mengingat dia (lagi).

Dan sekarang aku sangat menderita karena kehilangan kamu, kepergian kamu yang entah tak tau arahnya. Padahal waktu itu aku tak pernah berpikir kamu akan meninggalkanku, tidak ada sedikitpun aku berfikir seperti itu karena aku percaya kamu baik dan setulus yang aku tau.

Advertisement

Entahlah aku harus berbuat apa, untuk cerita ke teman yang mengetahui tentangmu pun sudah mulai tak menyukaimu ketika aku bercerita, aku disuruh melupakanmu tapi jujur dari hati yang paling dalam aku tidak bisa dan tidak mudah ya mungkin karena aku belom bsa terima keputusan sepihak ini.

Banyak janji-janji yang kamu rancang waktu itu, ya seharusnya aku tak perlu percaya dengan janji yang di mulut saja tanpa bukti.

Aku sangat ingat apa yang kamu ucap

"Sayang jangan pernah tinggalin aku ya. Aku sayang kamu banget" Tapi apa kamu yang pergi tinggalkan aku , hebat kamu udah buat hancur hati dan perasaanku ini.

Yaaa mungkin ini bukan yang terbaik buat kita aku belajar ikhlas atas kepergianmu yang tanpa pamit itu. Walau sulit akan kujalani.

Dari aku yang sangat menyangimu

SR